Mengenal Gas Air Mata, Senjata Kimia yang Digunakan untuk Menghentikan Kericuhan dalam Peristiwa Kanjuruhan

Indotnesia

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:15 WIB
Mengenal Gas Air Mata, Senjata Kimia yang Digunakan untuk Menghentikan Kericuhan dalam Peristiwa Kanjuruhan
Gas air mata biasa digunakan untuk memecah kerusuhan. (Unsplash/Koshu Kunii)

Indotnesia - Kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) memicu kerusuhan hingga mengakibatkan 126 orang meninggal dunia.

Banyak orang menuding penyebab kericuhan juga disinyalir akibat dari tembakan gas air mata ke tribun penonton.

Hal itu terlihat dari sejumlah komentar warganet di akun Instagram @polresmalang_polisiadem dalam unggahan mereka terkait himbauan untuk mematikan api flare saat pertandingan sepak bola.

"Sangat disayangkan kejadian semalam di Kanjuruhan, penggunaan gas air mata," tulis akun @nadie.onggojoyo.

"Gas air mata tembak ke bangku penonton EVALUASI banyak anak kecil yang menonton," tulis akun @fajar_ilhmm.

"Gas air mata ditembakin aturan ke tengah lapangan atuh, jadi banyak korban kan," tulis akun @ahmad_mulmull.

Bahkan, ada pula warganet di Twitter yang menyebut penggunaan gas air mata melanggar aturan FIFA, asosiasi sepak bola dunia.

"126 orang yg meninggal di pertandingan Arema vs Persebaya?? Ini tragedi besar teman2. Gila ini. Ratusan nyawa melayang. Gas air mata ditembakan, padahal melanggar kode keamanan Fifa. Jam pertandingan minta diubah ke sore, tp ttp jam 8. Negara ini emang gak bs jd negara sepakbola," tulis akun @kemalpalevi.

Meski lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan penangkapan, gas air mata bisa memicu serangan jantung hingga meninggal dunia.

baca juga

Lalu, apa itu gas air mata, apa efek bahayanya dan bagaimana cara mengatasinya?

Mengenal Gas Air Mata

Gas air mata merupakan senjata kimia yang mengandung sejumlah bahan kimia, diantaranya gas CS (2-klorobenzalmalononitril, C10H5ClN2), CN (kloroasetofenon, C8H7ClO), CR (dibenzoksazepin, C13H9NO), dan semprotan merica (gas OC, oleoresin capsicum).

Meski dikenal sebagai senjata tak mematikan, paparan terhadap gas ini bisa mengakibatkan dampak jangka pendek dan panjang, termasuk pemicu penyakit pernapasan, luka serta penyakit mata seperti keratitis, glaukoma dan katarak.

Selain itu, gas air mata juga dapat menyebabkan penyakit radang kulit, kerusakan sistem peredaran darah dan kematian, terutama ketika mengalami paparan tinggi.

Gas air mata biasanya juga terdiri dari campuran aerosol, seperti bromoaseton dan metilbenzil bromida, bukan gas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil Stadion Kanjuruhan, Lokasi Kerusuhan Antar Suporter yang Mengakibatkan Ratusan Orang Tewas

Profil Stadion Kanjuruhan, Lokasi Kerusuhan Antar Suporter yang Mengakibatkan Ratusan Orang Tewas

Indotnesia | Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:04 WIB

Terkini

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:23 WIB

Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas

Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:15 WIB

121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online

121 Hakim Kena Sanksi KY: Dari Suap, Selingkuh, Hingga Judi Online

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:14 WIB

4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan

4 Mobil Hybrid Keluarga yang Bisa Dibeli di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:10 WIB

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI

Foto | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:07 WIB

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:06 WIB

Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi

Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Bali Dijual untuk Dunia, tetapi Semakin Sulit Dijangkau Orang Lokal

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'

Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Ucapan 'Sirkus'

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:56 WIB

Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok

Sabun Cuci Muka Kahf untuk Jerawat Warna Apa? Ini 3 Pilihan yang Cocok

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:56 WIB

×