Indotnesia - Usai peristiwa kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, sejumlah barang para suporter hingga benda-benda yang terbakar masih berada di lokasi kejadian. Bahkan, stadion tersebut kini dipenuhi coretan, salah satunya kode 1312 dan ACAB.
Kode yang dicoretkan di sejumlah pintu dan dinding stadion itu ternyata memiliki arti tersendiri, terutama dalam menyampaikan kritik terhadap pihak berwajib yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan stadion.
Lalu, apa arti kode 1312 dan ACAB? Berikut penjelasannya.
Arti Kode 1312 dan ACAB
Kode 1312 dan ACAB merupakan kode dengan makna sebagai umpatan atau makian yang ditujukan kepada polisi.
Kedua kode tersebut memiliki arti yang sama, karena kode 1312 adalah pertukaran kode ACAB dalam bentuk angka.
Huruf A adalah urutan pertama yang ditulis dengan angka 1, huruf C sebagai urutan ke-3, dan huruf B berada di posisi ke-2.
Sedangkan kode ACAB merupakan akronim dari kalimat “ All Cops Are B*st*rds”, artinya “Semua Polisi Adalah B*j*ng*n”.
Kode tersebut juga digunakan secara internasional. Di sejumlah negara barat, ungkapan itu kerap ditemui dalam aksi-aksi demonstrasi atau perlawanan.
Baca Juga: Tak Bisa Hadiri Pemeriksaan Kasus KDRT, Pengacara: Rizky Billar Kena Gangguan Psikis
Umumnya, kode 1312 dan ACAB juga disampaikan untuk mengungkapkan rasa kecewa dan marah atas tindakan kepolisian yang semena-mena.
Berdasarkan catatan sejarah, singkatan tersebut pertama kali muncul saat diucapkan oleh pekerja di Inggris yang mogok kerja pada tahun 1940-an.
Kemudian, kode 1312 dan ACAB mulai diperkenalkan ke seluruh dunia melalui musik punk dan menjadi semboyan bagi gerakan anarkis dan anti-otoriter mulai dari New York hingga ke Indonesia.
Hingga kini, kode tersebut jadi legenda hingga kerap digunakan sebagai wujud kritik dalam penyalahgunaan wewenang yang tidak dapat diterima.