Indotnesia - Meski bukan budaya asli Indonesia, namun perayaan Halloween juga kerap menghiasi mall, restoran, dan beberapa tempat lain sebagai bagian dari promosi. Salah satu hiasan yang selalu ada di Halloween adalah labu berwajah seram.
Ternyata labu berjuluk The Jack-O'-Lantern ini punya sejarah panjang dengan Halloween. Melansir Britannica, semua berawal dari mitos di Irlandia terkait Stingy Jack.
Sosok itu disebut telah menipu iblis untuk keuntungannya sendiri. Mitos menyebutkan, Tuhan tidak mengizinkan Jack untuk masuk surga setelah meninggal dunia.
Maka ia dihukum untuk bergentayangan di dunia selama-lamanya. Masyarakat di Irlandia kemudian mengukir wajah-wajah menyeramkan di lobak untuk menakut-nakuti Jack.
Ketika imigran Irlandia pindah ke Amerika Serikat, mereka mengukir Jack-O'-Lantern dari labu, yang merupakan tanaman asli wilayah tersebut. Lalu, bagaimana labu menyeramkan itu jadi bagian dari perayaan Halloween?
Untuk menjawabnya, kita perlu kembali mengingat tentang sejarah Halloween. Sebenarnya, Halloween adalah festival Celtic Samhain sekitar 2.000 tahun lalu, sebuah perayaan di Inggris dan Irlandia kuno yang menandai akhir musim panas dan awal tahun baru pada 1 November.
Melansir History, pada malam 31 Oktober, mereka yang merayakan Samhain meyakini jiwa-jiwa orang meninggal kembali ke bumi. Jiwa-jiwa tersebut menyebabkan masalah dan merusak pertanian.
Namun, kehadiran roh dari dunia lain itu juga akan memudahkan pendeta Celtic yang disebut Druid, untuk memprediksi masa depan. Saat itu, masyarakat bergantung sepenuhnya pada alam yang mudah berubah.
Dengan begitu, ramalan-ramalan menjadi sumber kenyamanan mereka selama musim dingin yang panjang dan gelap. Druid akan membangun api unggun suci yang besar, kemudian orang-prang akan berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai pengorbanan kepada dewa Celtic.
Baca Juga: Hari Ketiga Berdendang Bergoyang Festival Dibatalkan, Panitia Banjir Kritikan
Selama perayaan tersebut, mereka biasanya menggunakan kostum dari kepala dan kulit binatang. Mereka juga akan saling bertukar cerita tentang nasib.
Ketika perayaan selesai, mereka kembali ke rumah dan menyalakan perapian dari sisa-sisa api unggun suci yang membantu melindungi mereka selama musim dingin yang akan datang.
Kemudian pada abad ke-8 Masehi, Gereja Katolik Roma memindahkan Hari Raya Semua Orang Kudus pada 1 November. Ini berarti, perayaan All Hallows' Eve atau Halloween jatuh pada 31 Oktober.
Tradisi dari Samhain tersebut tetap ada sehingga membuat orang-orang tetap berada di rumah agar terhindar dari hiwa-jiwa yang berkeliaran. Kemudian mitos tentang Stingy Jack menyebar ketika Halloween dan orang-orang pun membuat labu berwajah seram.