Kenapa Selalu Ada Labu Berwajah Seram pada Perayaan Halloween?

Indotnesia | Suara.com

Minggu, 30 Oktober 2022 | 14:50 WIB
Kenapa Selalu Ada Labu Berwajah Seram pada Perayaan Halloween?
Pexels/Toni Cuenca

Indotnesia - Meski bukan budaya asli Indonesia, namun perayaan Halloween juga kerap menghiasi mall, restoran, dan beberapa tempat lain sebagai bagian dari promosi. Salah satu hiasan yang selalu ada di Halloween adalah labu berwajah seram.

Ternyata labu berjuluk The Jack-O'-Lantern ini punya sejarah panjang dengan Halloween. Melansir Britannica, semua berawal dari mitos di Irlandia terkait Stingy Jack.

Sosok itu disebut telah menipu iblis untuk keuntungannya sendiri. Mitos menyebutkan, Tuhan tidak mengizinkan Jack untuk masuk surga setelah meninggal dunia.

Maka ia dihukum untuk bergentayangan di dunia selama-lamanya. Masyarakat di Irlandia kemudian mengukir wajah-wajah menyeramkan di lobak untuk menakut-nakuti Jack.

Ketika imigran Irlandia pindah ke Amerika Serikat, mereka mengukir Jack-O'-Lantern dari labu, yang merupakan tanaman asli wilayah tersebut. Lalu, bagaimana labu menyeramkan itu jadi bagian dari perayaan Halloween?

Untuk menjawabnya, kita perlu kembali mengingat tentang sejarah Halloween. Sebenarnya, Halloween adalah festival Celtic Samhain sekitar 2.000 tahun lalu, sebuah perayaan di Inggris dan Irlandia kuno yang menandai akhir musim panas dan awal tahun baru pada 1 November.

Melansir History, pada malam 31 Oktober, mereka yang merayakan Samhain meyakini jiwa-jiwa orang meninggal kembali ke bumi. Jiwa-jiwa tersebut menyebabkan masalah dan merusak pertanian.

Namun, kehadiran roh dari dunia lain itu juga akan memudahkan pendeta Celtic yang disebut Druid, untuk memprediksi masa depan. Saat itu, masyarakat bergantung sepenuhnya pada alam yang mudah berubah.

Dengan begitu, ramalan-ramalan menjadi sumber kenyamanan mereka selama musim dingin yang panjang dan gelap. Druid akan membangun api unggun suci yang besar, kemudian orang-prang akan berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai pengorbanan kepada dewa Celtic.

Selama perayaan tersebut, mereka biasanya menggunakan kostum dari kepala dan kulit binatang. Mereka juga akan saling bertukar cerita tentang nasib.

Ketika perayaan selesai, mereka kembali ke rumah dan menyalakan perapian dari sisa-sisa api unggun suci yang membantu melindungi mereka selama musim dingin yang akan datang.

Kemudian pada abad ke-8 Masehi, Gereja Katolik Roma memindahkan Hari Raya Semua Orang Kudus pada 1 November. Ini berarti, perayaan All Hallows' Eve atau Halloween jatuh pada 31 Oktober.

Tradisi dari Samhain tersebut tetap ada sehingga membuat orang-orang tetap berada di rumah agar terhindar dari hiwa-jiwa yang berkeliaran. Kemudian mitos tentang Stingy Jack menyebar ketika Halloween dan orang-orang pun membuat labu berwajah seram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Trending Topik di Twitter, Siapa Rishi Billar?

Jadi Trending Topik di Twitter, Siapa Rishi Billar?

| Rabu, 26 Oktober 2022 | 15:58 WIB

Raja Charles III Rilis Monogram Baru Kerajaan Inggris, Ini Maknanya

Raja Charles III Rilis Monogram Baru Kerajaan Inggris, Ini Maknanya

| Kamis, 29 September 2022 | 10:31 WIB

Bak Negeri Dongeng, Ini 10 Keluarga Kerajaan yang Menikah dengan Orang Biasa

Bak Negeri Dongeng, Ini 10 Keluarga Kerajaan yang Menikah dengan Orang Biasa

| Senin, 19 September 2022 | 13:51 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera

Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera

Jakarta | Jum'at, 17 April 2026 | 23:51 WIB

Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi

Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi

Sumsel | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya

Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya

Kalbar | Jum'at, 17 April 2026 | 23:05 WIB

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!

Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 23:01 WIB

Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia

Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 22:58 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB