Indotnesia - Ratusan peserta mulai memadati area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jum’at (4/11/2022) untuk menggelar Aksi Bela Rakyat 411 (Akbar 411).
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima Polda Metro Jaya, massa aksi tergabung dari sejumlah elemen, di antaranya Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) dan organisasi Persaudaraan Alumni (PA) 212.
“Pertama masa aksi dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR), PA 212, Front Persaudaraan Islam, IKB UI, Pejabat, 411, Juklak, FMS, GBN, KPIB, ARM, Bang Japar akan menggelar aksi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat,” ungkapnya.
Kelompok aksi 411 turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan terkait keadilan. Zulpan mengatakan ada sejumlah poin tuntutan yang akan diminta para pendemo, seperti menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok lainnya.
“Unjuk rasa menuntut turunkan harga BBM, turunkan harga-harga, dan tegakkan keadilan hukum,” katanya.
Selain itu, mereka juga mendesak agar keadilan hukum kembali ditegakkan dengan cara Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya. Alasannya, karena Jokowi dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya di pemerintahan.
Apalagi belum lama mencuat kabar soal ijazah palsu Jokowi, yang menurut mereka hingga saat ini pihak Istana Negara belum bisa membuktikan kebenarannya.
"Sampai hari ini kan belum ada tanggapan dan jawaban dari Istana atau Presiden yang belum bisa menunjukkan ijazah SD, SMP dan SMA sampai perguruan tinggi. Itu alasan kami menginginkan dan menyuarakan untuk legowo Pak Jokowi mundur," ungkap Ketua PA 212 Slamet Maarif seperti dikutip dari Suara.com.
Terkait aksi 411 sebelumnya sudah dikirimkan pemberitahuan ke Polda Metro Jaya. Maarif juga berharap pihak kepolisian dan penegak hukum dapat mengawal aksi demo 411.
Baca Juga: Usai Mampang di IG Manchester United, Rayyanza Disebut Pakai Jersey KW?
Untuk itu, telah dilakukan sejumlah antisipasi dalam pengamanan Aksi Bela Rakyat 411, di antaranya melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Negara dan menyiapkan ribuan personel keamanan.
“Kami turunkan sebanyak 3.790 personel untuk pengamanan aksi,” kata Zulpan.