Indotnesia - Bagi penggemar budaya Korea, pasti mengetahui tentang perhitungan usia penduduk Korea Selatan yang berbeda dengan banyak negara. Di Korsel, usia warganya biasanya lebih tua setahun atau dua tahun dibandingkan sistem umur yang digunakan di seluruh dunia.
Namun, baru-baru ini parlemen Korsel meloloskan aturan terbaru tentang penggunaan standar usia internasional bagi penduduknya. Mulai Juni 2023, semua dokumen resmi harus menggunakan "international age".
Melansir CNN, keputusan "Negeri Gingseng" untuk memakai standar usia internasional akan mengurangi perbedaan yang muncul dari penggunaan tiga sistem yang berbeda, yang selama ini berlaku.
Sistem pertama disebut usia Korea, yakni bayi yang baru lahir dihitung berusia satu tahun, dan bertambah satu tahun lagi saat hari pertama tahun baru atau tiap 1 Januari.
Sistem berikutnya adalah "calendar age", ini semacam percampuran antara usia internasional dan Korea, di mana bayi lahir dihitung 0 tahun, dan ditambah satu tahun setiap 1 Januari.
Yang terakhir adalah sistem internasional, yang selama ini digunakan secara global, yakni bayi lahir dihitung 0 tahun, dan bertambah satu tahun setiap tanggal kelahirannya.
Coba kita ambil contoh, penyanyi Psy yang merupakan kelahiran 31 Desember 1977, secara internasional, usianya sekarang adalah 44 tahun. Tapi kalau berdasarkan usia Korea maka 46 tahun, dan berdasarkan usia kalender maka 45 tahun.
Sangat membingungkan kan, tapi masyarakat Korsel telah terbiasa dengan hal tersebut. Kebanyakan menggunakan sistem umur Korea, yang berakar dari China, untuk kehidupan sehari-sehari.
Tapi kalau umur internasional kerap dipakai untuk hal-hal resmi dan legal. Meski demikian, untuk beberapa aturan hukum termasuk usia legal untuk minum alkohol, merokok, dan wajib militer, menggunakan usia tahun kalender.
Baca Juga: Meghan Markle: Kehidupan Kerajaan Sesungguhnya Terlihat Usai Memeluk Kate dan William
Kini dengan undang-undang yang terbaru, semua area administratif dan hukum akan menggunakan standar umur internasional.
"Pemerintah pusat dan lokal akan mendorong warga menggunakan standar umur internasional," tulis pernyataan pemerintah.
Menurut anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat Yoo Sang-bum, sistem ini merupakan hasil dari kampanye bertahun-tahun oleh anggota parlemen. Selain agar tidak membingungkan, aturan ini juga bisa mengurangi beban negara.
"Revisi ini bertujuan untuk mengurangi biaya sosio-ekonomi yang tidak perlu karena perselisihan hukum dan sosial serta kebingungan yang terus berlanjut karena perbedaan cara menghitung umur seseorang," ujarnya kepada Reuters.