Indotnesia - Sastrawan Indonesia Japi Panda Abdiel Tambajong alias Remy Sylado meninggal dunia pada, Senin (12/12/2022).
Kabar duka tersebut diwartakan oleh politisi Fadli Zon lewat cuitan di akun Twitter pribadinya @fadlizon.
“Selamat jalan Bang Remy Silado. Baru beberapa hari lalu ngobrol tentang Elvis Presley dan manajernya Kolonel Tom Parker. RIP,” tulisnya pada, Senin (12/12/2022).
Dalam unggahan tersebut, Fadli juga melampirkan foto kebersamaannya ketika menjenguk sastrawan Remy Silado yang masih terbaring di rumah sakit.
Diketahui sastrawan asal Makassar itu telah dirawat di rumah sakit Tarakan Jakarta sejak beberapa bulan lalu akibat sakit yang dideritanya.
Tak hanya menggeluti bidang penulisan, Remy Sylado juga aktif menjadi dosen, novelis, penulis, penyanyi, aktor, sekaligus mantan wartawan. Di antara banyaknya karya, ‘puisi mbeling’ menjadi salah satu karya yang mencirikhaskan dirinya.
Seniman Indonesia yang satu ini memang tak bisa diabaikan. Beberapa novel karyanya juga telah dibuat film layar lebar, seperti Cau-Bau-Kan (2002) dari novel berjudul sama Cau-bau-kan: Hanya Sebuah Dosa (1999).
Sebagai aktor Remy Sylado juga telah membintangi puluhan film, di antaranya Pelarian, Mawar Cinta Berduri Duka, 2 dari 3 Laki-laki, Tutur Tinular IV: Mendung Bergulung di Atas Majapahit, dan Bulan di Atas Kuburan.
Lewat film-film tersebut di juga sempat dinominasikan sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia sebanyak 3 kali.
Selama masa hidupnya dia telah membuat banyak karya yang akan dikenang oleh banyak orang. Karena itu, kepergian Remy Sylado meninggalkan duka banyak duka bagi banyak orang.
“Saya tidak mau menjadi tawanan Anton Meoliono dan JS Badudu tentang Bahasa Indonesia yang baik dan benar - Remy Sylado, 2016. Selamat Jalan Legend,” cuit penulis @okkymadasari.
“Selamat jalan #RestinPeach Japi Tambayong a.k.a Remy Sylado. Jejak karyamu tetaplah abadi,” tulis akun Twitter @ulinyusron.