Indotnesia - Saat ini ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk menampung darah haid selain pembalut, yaitu tampon.
Meski di Indonesia penggunaan tampon masih jarang dilakukan, di luar negeri banyak perempuan yang justru menggunakan alat sanitasi ini untuk menggantikan pembalut.
Dibandingkan pembalut, tampon dinilai lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi sampah pembalut yang sulit diurai.
Selain itu, bentuknya yang praktis membuat penggunaan tampon untuk haid tidak akan membuat nyeplak saat menggunakan bawahan ketat.
Untuk kamu yang masih pemula dalam menggunakan tampon, berikut kami jelaskan pengertian dan cara pemakaiannya yang tepat.
Apa Itu Tampon?
Tampon adalah massa berbentuk silinder yang berfungsi sebagai alat serap yang dimasukkan ke dalam lubang vagina saat menstruasi.
Alat sanitasi ini terbuat dari kapas dan termasuk dalam produk kesehatan wanita yang terdiri dari 2 tabung, yaitu tabung yang terbuat dari karton atau plastik dan kedua, lapisan luar tampon yang terbuat dari bahan katun atau rayon.
Saat digunakan, tabung plastik akan bertambah panjang, sedangkan tabung pada bagian luar akan mengembang saat digunakan.
Baca Juga: Profil Kim Tae Ri, Artis Korea Selatan yang Terpilih Jadi Aktor dengan Perilaku Terburuk 2022
Jika pembalut tersedia dalam beberapa ukuran panjang, tampon memiliki ragam jenis daya serap, di antaranya tipe light dengan serapan hingga 6 gram, reguler 6-9 gram, dan super 9-12 gram.
Walaupun tampon bisa jadi alternatif pengganti pembalut, alat ini memiliki kekurangan dalam penggunaannya, yaitu adanya ancaman toxic shock syndrome (TTS).
Meski jarang terjadi, ancaman TTS dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, pastikan rutin mengganti penggunaan tampon.
Cara Memakai Tampon yang Tepat
Meskipun praktis dan lebih ramah lingkungan, tampon lebih rumit digunakan dibandingkan dengan pembalut.
Apalagi bagi pemula, memasang tampon perlu dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat agar tidak mengakibatkan masalah kesehatan reproduksi.