Indotnesia - Buah semangka memang segar karena mengandung banyak air. Warna merahnya yang menggoda dan rasanya yang manis membuat sebagian orang gemar mengonsumsinya.
Tapi kalau kamu menderita diabetes, kamu harus tahu betapa pentingnya memperhatikan apa yang dikonsumsi untuk menjaga kadar gula darah.
Melansir Healthline, semangka mengandung gula alami, jadi tergantung bagaimana kondisimu dalam menerima asupan gula. Pada dasarnya, semangka merupakan sumber vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, potasium, magnesium, vitamin B6, serat, zat besi, dan kalsium.
Lalu, apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi buah semangka?
Sejauh ini, belum ada penelitian yang langsung menghubungkan konsumsi semangka dengan diabetes. Malahan ada beberapa bukti yang menunjukkan makan semangka dapat membantu mengurangi risiko komplikasi terkait diabetes.
Pasalnya, semangka mengandung likopen dalam jumlah sedang, yang memberi warna pada buah ini. Apalagi semangka juga memiliki antioksidan yang tinggi.
Likopen sendiri dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pada riset awal menunjukkan likopen pada tomat memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
Sementara, sebanyak 68% penderita diabetes berusia 65 tahun atau lebih meninggal dunia karena beberapa jenis penyakit jantung. Sekitar 16% di antaranya kehilangan nyawa karena stroke.
American Diabetes Association mengklasifikasikan diabetes sebagai salah satu dari 7 faktor risiko penyakit jantung yang dapat dikendalikan.
Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Pertamax, Berikut Daftar Lengkapnya
Melansir Medical News Today, indeks glikemik pada semangka tercatat sekitar 72. Sementara, makanan apapun memiliki indeks glikemik sekitar 70 atau lebih.
Sebagai informasi, indeks glikemik memainkan peran penting dalam menentukan seberapa cepat makanan memengaruhi kadar gula darah. Semakin cepat prosesnya maka kemungkinan seseorang akan mengalami lonjakan gula darah juga semakin besar.
Indeks glikemik memiliki skor antara 0 hingga 100 untuk setiap makanan. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kecepatan gula yang memasuki aliran darah.
Defeat Diabetes Foundation menyebutkan tingginya persentase air dalam buah semangka membuat indeks glikemiknya juga menurun. Organisasi itu menyarankan agar semangka dikonsumsi dalam bentuk buah segar, dan hindari jus semangka karena kandungan glikemiknya jauh lebih tinggi.
Penderita diabetes boleh mengonsumsi semangka, asalkan dibarengi dengan makanan yang kaya lemak sehat, serat, dan protein seperti kacang-kacangan atau biji-bijian.
Kombinasi tersebut dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.