Mengenal Flexing dan Dampak Buruk yang Ditimbulkannya

Indotnesia Suara.Com
Rabu, 22 Februari 2023 | 15:18 WIB
Mengenal Flexing dan Dampak Buruk yang Ditimbulkannya
Ilustrasi perilaku flexing atau pamer harta. (Freepik/drobotdean)

Indotnesia - Flexing adalah menunjukkan kekayaan atau kelebihan-kelebihan yang dimiliki pada khalayak umum. Istilah ini lebih dikenal dengan sebutan pamer harta.

Jika sebelumnya pamer menjadi hal yang tabu, tetapi di era digital seperti ini perilaku flexing menjadi umum dan begitu marak. 

Orang-orang biasa memamerkan harta mereka lewat konten yang diunggah di berbagai media sosial. Misalnya seperti memperlihatkan barang-barang branded yang dimiliki, kendaraan mewah, makanan mahal, atau liburan ke luar negeri.

Tujuan flexing pun beragam, seperti hanya ingin menarik perhatian publik, memamerkan harta yang dimiliki, menunjukkan status sosial, memperlihatkan kemampuan, atau ikut-ikutan.

Sementara alasan seseorang suka pamer dapat didasari atas butuh perhatian, insecure, masalah kepribadian, tekanan sosial, kurang empati, atau membutuhkan pengakuan orang lain.

“Kita hidup di dunia yang sangat terobsesi dengan konsumsi dan status sosial. Media sosial membuat orang merasa perlu menunjukkan kekayaan atau prestasi mereka untuk mendapatkan pengakuan dan persetujuan dari orang lain," Kata psikolog sosial, Dr. Art Markman seperti dikutip dari Suara.com.

Perilaku ini ternyata tak hanya berpengaruh negatif terhadap pandangan orang lain saja, tetapi juga bagi kehidupan pelaku pamer harta tersebut.

Lantas, apa saja dampak buruk perilaku flexing?

1. Dapat mengganggu kepribadian

Baca Juga: Apa Itu Rabu Abu yang Dirayakan Umat Katolik Hari Ini?

Seseorang yang berperilaku flexing biasanya memiliki tingkat empati yang rendah serta rasa kompetitif yang tinggi. Hal itu dapat membuat kepribadian seseorang terganggu atau tidak sehat.

2. Bisa kehilangan jati diri

Tujuan pamer harta untuk mendapat pengakuan dari orang lain justru akan membuat seseorang kehilangan jati dirinya yang sebenarnya. Pasalnya, publik pasti melihat kita dari hal-hal yang biasa kita pamerkan bukan dari diri kita sendiri.

3. Berpotensi memaksakan kehendak

Kegiatan pamer barang-barang mewah berpotensi membuat seseorang akan sering memaksakan kehendaknya. Karena, meski dalam keadaan yang tidak mendukung sekalipun pelaku flexing akan tetap mengusahakan kebiasaannya membawa barang mahal.

4. Kesulitan berteman

Memiliki kekayaan berlimpah sering dianggap akan mudah mendatangkan teman. Sebagian mungkin iya, tetapi bagi orang-orang baru cenderung akan mencari teman dengan orang-orang yang tidak sombong atau nampak sederhana.

Itulah, empat dampak buruk perilaku flexing yang bisa dirasakan oleh para pelakunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI