Indotnesia - Hari ini 22 Februari 2022 Umat Kristen dan Katolik memperingati sebuah momen khusus yang disebut sebagai Rabu Abu atau Ash Wednesday. Apa itu?
Rabu Abu adalah Hari Raya Kekristenan yang menjadi awal Prapaskah yaitu 40 hari sebelum hari Paskah berdasarkan liturgi tahunan gerejawi tanpa menghitung Hari Minggu sebelum masuk Jum'at Agung.
Akan tetapi, hari raya ini bukan menjadi Hari raya Wajib bagi umat Kristen.
Nama Rabu Abu berasal dari pengolesan abu pertobatan di dahi para jemaat bersamaan dengan ucapan “bertobatlah dan percaya pada Injil’ atau "Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu" yang dibacakan imam.
Pada hari itu, jemaat yang ke gereja akan diberi tanda salib di dahinya dari abu. Abu tersebut sudah dipersiapkan dari perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya dengan membakar daun palem.
Simbol ini untuk mengingatkan para jemaat terhadap ritual Israel Kuno ketika seseorang menabur abu di atas kepalanya dan di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan, dan pertobatan.
Karena itu, perayaan Rabu Abu ditandai dengan tradisi ibadah pantang dan berpuasa. Umat Katolik yang berusia 18-59 tahun akan berpuasa dengan makan kenyang paling banyak sekali.
Selain itu, Umat Katolik juga wajib untuk berpantang yang dilakukan selama 7.
Hari pantang jatuh pada 7 hari Jum’at selama masa Prapaskah sampai Jumat Agung.
Baca Juga: Apa Itu Demam Keong yang Mewabah di Sulteng?
Berpantang berarti setiap orang atau keluarga menentukan sendiri pantangan yang tak boleh dilakukannya.Misalnya seperti pantang daging, pantang garam, pantang rokok, pantang alkohol, pergi ke bioskop atau sebagainya.