Indotnesia - Pernahkah kamu merasa sangat yakin kalau ada seseorang yang jatuh cinta padamu? Tapi kenyataannya, seseorang itu nggak merasa demikian. Namun, kamu sudah terobsesi dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan orang tersebut.
Warga Twitter sedang heboh dengan aksi seseorang yang kerap menimbulkan keributan di berbagai tempat, seperti stasiun kereta, mall, bahkan mengobrak-abrik klinik untuk mendapat nomor ponsel seorang perempuan.
“Si YA ini menurut gue punya kondisi gangguan mental. Bukan cuma sering ngamuk di byk lokasi, tapi obsesif dgn seorang perempuan sampai level yg mnurut gue mengkhawatirkan,” tulis Komika Pandji Pragiwaksono di Twitter, menanggapi perilaku seorang pria berinisial YA yang sedang menjadi perbincangan di dunia maya.
“Saya kenal baik dengan perempuan yang dijadikan obsesi sama YA. Pernah sampai YA datang ke klinik teman saya itu, obrak abrik kliniknya untuk dapetin nomor hp teman saya. Banting barang2 disana, ngejebolin tembok klinik, sampai ngeludahin perawat dan admin disana,” tulis seorang dokter gigi di akun Twitter @mariska_drg.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Dalam dunia medis, kita mengenal istilah erotomania. Walau begitu, aksi YA tersebut membutuhkan ahli untuk menyimpulkan kondisi kesehatannya.
Mengutip Healthline, erotomania adalah kondisi kesehatan mental langka yang terjadi ketika seseorang sangat yakin ada orang lain yang sangat mencintai mereka. Orang lain itu bisa saja selebriti, orang kaya, atau orang dengan posisi sosial yang tinggi.
Kondisi tersebut juga dikenal dengan sindrom De Clérambault, sesuai dengan nama seorang ahli yang mendeskripsikan sindrom itu pada 1885 yakni G.G. De Clérambault.
Ia menemukan delusi ini biasanya terjadi pada perempuan muda yang berpikir ada seorang pria yang sedang jatuh cinta padanya. Orang itu lalu mengembangkan proses delusi yang rumit tentang pria, cinta pria itu hanya untuk dirinya, mengejar-ngejarnya, dan tidak mampu melepaskan diri dari obsesi tersebut.
Meski demikian, tak jarang pria juga bisa mengalami kondisi ini. Erotomania biasanya dapat bertahan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan dan dapat berulang dengan orang yang berbeda sebagai khayalan.
Baca Juga: Serial Harry Potter Diproduksi, JK Rowling Jadi Produser Eksekutif
Menurut Journal of the National Medical Association, ada juga literatur yang menyebutkan seseorang dapat mempertahankan sindrom ini selama lebih dari 25 tahun.
Berikut gejala umum pada seseorang dengan kondisi erotomania:
- Secara obsesif mengakses media yang berhubungan dengan orang lain itu
- Mengirim pesan, email, atau hadiah terus-menerus
- Menciptakan khayalan bahwa seseorang itu mencoba berkomunikasi dengannya melalui gestur, pesan tersembunyi di tayangan berita, acara TV, film, atau media sosial
- Menciptakan situasi rumit yang palsu dengan merasa seseorang itu mengejar mereka, menguntit mereka, atau mencoba menelpon mereka
- Merasa cemburu karena orang itu menjalin hubungan dengan orang lain
- Melakukan keributan bahkan melecehkan orang di depan umum hingga mendapat teguran atau ditangkap oleh penegak hukum
- Kehilangan minat dalam beraktivitas kecuali berbicara tentang orang yang jadi obsesinya atau kegiatan lain yang berhubungan dengan orang itu