Indotnesia - Bulan Ramadan tak terasa telah berlalu dan saat ini umat muslim sedang bersuka cita merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 H yang jatuh pada 21-22 April 2023.
Hari raya tidak hanya menjadi momen untuk saling bermaaf-maafan dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga merupakan tanda bahwa telah memasuki bulan Syawal.
Ketika bulan Syawal, ada sejumlah amalan sunnah yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan berpuasa.
Anjuran puasa Syawal setelah bulan Ramadhan disebutkan dalam Abu Ayyub Al-Anshari RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh," (HR Muslim).
Lalu, bagaimana dengan niat hingga ketentuan puasa Syawal?
Setiap amalan yang akan dilakukan, perlu untuk diawali dengan membaca niat. Adapun niat puasa Syawal setelah Ramadan adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari NU Online:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ.
Baca Juga: Hati-hati Cuaca Panas, Ini Tanda Kucing Dehidrasi dan Cara Mengatasinya
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Niat puasa Syawal diutamakan untuk dapat dibaca pada malam hari atau ketika sahur sebelum subuh. Meski begitu, bagi orang yang pada pagi hari baru ingin mengamalkan puasa Syawal, maka dapat segera membaca niat tersebut selama dirinya belum makan.
Ketentuan Puasa Syawal
Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya untuk menyempurnakan puasa Ramadan, mendapatkan pahala puasa satu tahun penuh, dan sebagai tanda puasa Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Untuk menjalankan puasa Syawal, ada sejumlah ketentuan yang perlu dipahami, di antaranya:
1. Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari.