Indotnesia - Setiap 25 Juni, kita merayakan Hari Vitiligo Sedunia. Perayaan ini pertama kali dirayakan pada 25 Juni 2011.
Tanggal tersebut dipilih sekaligus untuk mengenang kematian The King of Pop Michael Jackson. Sepanjang hidupnya, sang bintang secara terbuka membahas perjuangannya melawan vitiligo.
Vitiligo adalah suatu kondisi kulit yang ditandai oleh kehilangan pigmen (melanin) yang memberikan warna pada kulit. Akibatnya, area-area putih atau pucat muncul pada berbagai bagian tubuh.
Vitiligo dapat mempengaruhi kulit di mana saja, termasuk wajah, tangan, kaki, lengan, dan area tubuh lainnya. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel yang menghasilkan melanin, yang disebut melanosit, mengalami kerusakan atau hancur.
Sebab pasti dari vitiligo belum diketahui dengan pasti, tetapi diyakini bahwa kombinasi faktor genetik dan imunologi berperan dalam perkembangan kondisi ini.
Vitiligo bukanlah penyakit menular dan biasanya tidak menyebabkan gejala lain selain perubahan warna pada kulit. Namun, perubahan warna ini dapat menjadi lebih terlihat pada individu dengan kulit gelap. Beberapa orang dengan vitiligo juga melaporkan gatal atau iritasi pada area yang terkena.
Lalu, bisakah vitiligo disembuhkan? Melansir NHS, bercak putih yang disebabkan oleh vitiligo biasanya bersifat permanen. Meski demikian, ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengurangi tampilannya.
Jika bercaknya relatif kecil, krim kamuflase kulit dapat digunakan untuk menutupinya. Ada juga krim steroid yang bisa mengembalikan beberapa pigmen kulit. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan stretch mark dan penipisan kulit.
Kalau krim steroid tidak berhasil mengurangi bercak, maka pengobatan dengan cahaya atau fototerapi dapat digunakan.
Baca Juga: Soal Wisuda PAUD-SMA, Kemdikbud: Nggak Wajib dan Nggak Boleh Bebani Ortu
Sebagai catatan, berbagai perawatan tersebut dapat membantu mengembalikan warna kulit tapi efeknya tidak bertahan lama. Perawatan itu juga tidak dapat menghentikan penyebaran vitiligo.
Melansir situs American Academy of Dermatology Association, ada operasi dengan tujuan mengembalikan warna kulit. Dua jenis operasi untuk mengobati vitiligo adalah cangkok kulit dan transplantasi sel.
Namun, pembedahan itu tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki vitiligo aktif, yang berarti selama 12 bulan terakhir muncul bercak putih baru yang berkembang atau telah tumbuh.