Indotnesia - Selama ini, kita mengenal tidur siang terbukti sangat penting bagi perkembangan bayi. Namun, kebiasaan itu menjadi berkurang seiring bertambahnya usia. Tidur siang kembali dilakukan oleh sebagian lansia.
Penelitian terbaru menunjukkan tidur siang singkat secara rutin ternyata juga memberi manfaat bagi orang dewasa. Penelitian University College London dan University of the Republic di Uruguay menunjukkan tidur siang baik untuk kesehatan otak.
Melansir BBC, Selasa (20/6/2023), tim peneliti menemukan otak manusia yang tidur siang lebih besar 15 cm kubik. Mengutip PA Media, peningkatan volume otak itu setara dengan penundaan penuaan dini antara 2,6-6,5 tahun.
Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis data dari orang berusia 40-69 tahun dan telah diterbitkan di jurnal Sleep Health.
Para peneliti merekomendasikan tidur siang kurang dari setengah jam. Peneliti senior dari UCL Dr Victoria Garfield mengatakan tidur siang singkat kemungkinan menjadi bagian dari puzzle yang dapat membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
Dr Garfield menilai tidur siang adalah sesuatu yang cukup mudah dilakukan dibandingkan dengan upaya penurunan berat badan atau olahraga.
Sebagai informasi, otak secara alami menyusut seiring bertambahnya usia. Meski demikian masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah tidur siang dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer atau penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat.
Kesehatan otak penting untuk melindungi diri dari demensia dan kondisi terkait dengan gangguan tidur. Sementara kurang tidur dapat merusak otak dari waktu ke waktu menyebabkan peradangan dan mempengaruhi hubungan antara sel-sel otak.
“Saya berharap penelitian seperti ini menunjukkan manfaat kesehatan dari tidur siang singkat sehingga membantu mengurangi stigma yang masih ada terkait tidur siang,” ujar Dr Garfield.
Baca Juga: Catat! Siapkan Hal Ini Sebelum Cek Pengumuman SNBT 2023