6 Penyakit Mengintai Akibat Kualitas Udara Buruk

Indotnesia

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 09:06 WIB
6 Penyakit Mengintai Akibat Kualitas Udara Buruk
Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. (Freepik/jcomp)

Indotnesia - Kualitas udara buruk akhir-akhir ini dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan

Di Jakarta misalnya, beberapa hari terakhir indeks udara berada di kategori tidak sehat atau di warna orange/merah dengan angka 100 sampai 150 poin. 

Kondisi ini membuat beberapa artis Tanah Air juga mengomentarinya. 

Misalnya saja, penyanyi Raisa yang mengeluhkan kondisi polusi udara yang sudah berlangsung lama tetapi tak kunjung ada solusinya. 

Selain itu, ada juga Chef Renatta Moeloek yang mengungkapkan kalau penyakitnya kambuh akibat kualitas udara Jakarta memburuk. 

Dalam cuitan di akun Twitternya, dia juga mengatakan harus cermat jika beraktivitas di luar ruangan. 

Lantas, apa saja penyakit  mengintai akibat kualitas udara yang buruk? 

1.Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 

ISPA merupakan infeksi yang menyerang satu komponen saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Penyakit ini memiliki gejala seperti batuk, pilek, hingga demam. 

baca juga

2. Pneumonia

Ini merupakan infeksi saluran pernapasan akut akibat virus atau bakteri. Pneumonia dapat disebabkan oleh polusi udara atau kualitas udara yang tidak sehat. 

3. Bronchopneumonia

Bronchopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan yang menyerang alveoli dan bronkus di paru-paru.

Penyakit ini memiliki tingkatan ringan hingga parah. Gejala yang biasa muncul yaitu batuk, demam, sesak napas, nyeri, hingga menggigil. 

4. Kardiovaskuler

Paparan udara buruk dan partikel-partikel beracun bisa jadi penyebab penyakit kardiovaskuler. Yaitu penyakit yang berhubungan dengan jantung, seperti serangan jantung, stroke, atau jantung koroner. 

5. Alergi

Bagi seseorang yang sensitif, partikel debu dan polutan udara dapat membuatnya alergi. Beberapa gejalanya seperti batuk, pilek, mata berair, bersin-bersin, hingga asma. 

5. Kanker

Kualitas udara yang buruk secara terus-menerus akibat paparan zat berbahaya, polutan kendaraan atau industri dapat menyebabkan kanker paru-paru

Demikian penyakit yang mengintai akibat kualitas udara buruk. Untuk itu, agar lebih berhati-hati beraktivitas di saat seperti ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Aplikasi Cek Polusi Udara yang Akurat untuk Periksa Pencemaran di Jakarta

Inilah Aplikasi Cek Polusi Udara yang Akurat untuk Periksa Pencemaran di Jakarta

News | Kamis, 10 Agustus 2023 | 21:05 WIB

Renatta Moeloek Salahkan Polusi Udara Jakarta: Saya yang Sinus dan Allergic Rhinitis Cukup Rasakan Sendiri

Renatta Moeloek Salahkan Polusi Udara Jakarta: Saya yang Sinus dan Allergic Rhinitis Cukup Rasakan Sendiri

Video | Kamis, 10 Agustus 2023 | 15:00 WIB

Kualitas Udara Memburuk? Ini 5 Tanaman Pembersih Udara

Kualitas Udara Memburuk? Ini 5 Tanaman Pembersih Udara

Indotnesia | Kamis, 10 Agustus 2023 | 14:39 WIB

Terkini

Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR

Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:53 WIB

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:45 WIB

6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya

6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

×