-
Raja Harald V dari Kerajaan Norwegia meninggal dunia pada usia 89 tahun.
-
Putra Mahkota Haakon secara resmi menggantikan posisi sang ayah sebagai Raja Norwegia.
-
Almarhum mengabdi selama 35 tahun dan memegang teguh sumpah kepemimpinan hingga akhir hayatnya.
Suara.com - Raja Harald V yang memimpin Kerajaan Norwegia selama 35 tahun meninggal dunia pada usia 89 tahun. Pemimpin monarki tertua di Eropa tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat tepat setelah pukul 06.35 waktu setempat.
Putra kandungnya, Haakon, kini secara resmi menggantikan posisi sang ayah sebagai Raja Norwegia yang baru. Almarhum meninggalkan seorang istri yang mendampinginya selama 57 tahun, Queen Sonja, dua orang anak, serta lima cucu.
Cucu perempuan almarhum, Ingrid Alexandra, kini resmi berada di posisi pertama garis keturunan calon pewaris takhta Norwegia. Kepergian Harald terjadi di tengah situasi internal keluarga kerajaan yang sedang menghadapi berbagai tantangan besar.
![Raja Abdullah II dan Raja Harald V dari Norwegia meninjau pengawal kehormatan di Royal Palace di Amman, Yordania, Senin (2/3/2020). [REUTERS/MUHAMMAD HAMED]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/22/25870-raja-abdullah-ii-dan-raja-harald-v-dari-norwegia-meninjau-pengawal-kehormatan-di-royal-palace-di-amm.jpg)
Istri dari Haakon, Queen Consort Mette-Marit, mengalami masalah kesehatan serius serta sorotan publik akibat hubungannya di masa lalu dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Selain itu, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya baru saja dijatuhi hukuman penjara empat tahun atas kasus pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menyatakan, seluruh bangsa sedang berduka setelah kematian Harald, dengan rakyat Norwegia ditinggalkan dengan rasa terima kasih yang mendalam atas hidup yang panjang dalam pengabdian untuk Norwegia.
Pemerintah secara resmi menetapkan masa berkabung nasional, sementara ribuan warga mulai berkumpul di luar istana kerajaan di Oslo untuk memberikan penghormatan terakhir.
Berbagai ungkapan duka cita terus mengalir dari seluruh penjuru Eropa, baik dari keluarga kerajaan Swedia, Denmark, dan Inggris, maupun para pemimpin politik dunia.
Raja Charles dari Inggris menyampaikan bahwa keluarganya berduka.
"eorang sahabat yang kebaikan, belas kasih, dan rasa tanggung jawabnya yang mendalam bergema dari seberang lautan dan melintasi dekade.".
Sementara Raja Frederik dan Ratu Mary dari Denmark mengenang Harald sebagai pria baik dengan binar di matanya dan hati yang besar.
Kondisi kesehatan sang raja menurun drastis dalam beberapa hari terakhir akibat penumpukan cairan di dalam tubuh yang dipicu oleh gangguan darah. Kondisi medis tersebut kemudian memicu komplikasi infeksi yang memperburuk kesehatannya.
Harald pertama kali naik takhta pada tahun 1991 saat beliau genap berusia 53 tahun.
Bagaimana perjalanan masa muda dan pembentukan karakter Raja Harald V?
Sesuai keinginan pribadi mereka, Harald dan Sonja menggelar upacara pemberkatan yang mengadopsi tradisi Abad Pertengahan di Katedral Nidaros Trondheim pada 23 Juni 1991. Setelah upacara tersebut, mereka melakukan kunjungan 10 hari ke Norwegia selatan dan tur 22 hari ke empat wilayah paling utara pada tahun 1992.
Lahir pada 21 Februari 1937, Harald merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan satu-satunya putra laki-laki dalam keluarga. Konstitusi Norwegia kala itu menetapkan bahwa hanya ahli waris pria yang berhak mewarisi gelar kerajaan.