Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
Ilustrasi PLTS.
baca 10 detik
  • INDEF GTI mengusulkan pencapaian tahap awal PLTS 100 GWp diprioritaskan melalui kawasan industri guna memenuhi target pemerintah.
  • Kawasan industri memiliki potensi energi surya hingga 21 GW yang mampu mendorong peningkatan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto.
  • Pemerintah meluncurkan pembangunan 14 proyek PLTS perdana berkapasitas 5,3 GWp di enam provinsi dengan investasi miliaran dolar.

Suara.com - INDEF Green Transition Initiative (GTI) mengusulkan agar pencapaian target awal tahap pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp diprioritaskan melalui kawasan industri. Langkah ini dinilai dapat memenuhi hampir separuh dari target 30 GWp yang ditetapkan pemerintah untuk tahun ini.

Berdasarkan kajian INDEF GTI bersama Systemiq Indonesia, kawasan industri memiliki potensi PLTS hingga 21 GW. Potensi tersebut mencakup 6–13 GW dari pemanfaatan atap pabrik serta lahan non-komersial di dalam kawasan, dan 7–8 GW dari lahan berdekatan untuk PLTS skala utilitas yang dipadukan dengan baterai.

Direktur INDEF GTI, Imaduddin Abdullah, menyatakan bahwa porsi potensi di dalam kawasan merupakan sasaran yang paling siap untuk dikerjakan lebih dulu.

"Porsi 6-13 GW itu tergolong low hanging fruit karena bisa dikerjakan lebih dulu. Inisiasi 100 GWp melalui pentahapan yang jelas membuat target pembangunan lebih jelas, namun realisasinya tetap membutuhkan upaya luar biasa dari berbagai pemangku kebijakan," ujar Imaduddin lewat keterangannya pada  Jumat (28/8/2026).

Pexels/ Abdulaziz hasan
PLTS. Pexels/ Abdulaziz hasan

Imaduddin menambahkan, integrasi energi terbarukan di kawasan industri juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Analisis awal pada delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menunjukkan potensi peningkatan pertumbuhan PDRB agregat dari 5,95 persen menjadi 6,30 persen.

Kendati memiliki potensi besar, penetrasi energi bersih di kawasan industri masih terhambat sejumlah kendala regulasi dan teknis. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan Wilayah Usaha, perizinan yang berbelit, batasan kuota PLTS atap, hingga persoalan pendanaan.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, INDEF GTI dan Systemiq Indonesia mengusulkan skema Kawasan Energi Terbarukan atau Renewable Energy Zones (REZ). Senior Direktur Systemiq Indonesia, Batari Saraswati menilai melalui konsep ini, proses pengadaan dan pembangunan infrastruktur energi terbarukan disederhanakan dalam satu kerangka terpadu.

Dijelaskannya  bahwa skema REZ menyelaraskan jalur perizinan, paket jaringan dan lahan, hingga kerangka pembiayaan dan kepastian penyerapan daya oleh tenant industri.

"Dengan REZ, kawasan industri bisa jadi pintu masuk tercepat ke target 30 GWp tahun ini," kata Batari.

baca juga

Sebelumnya, pemerintah secara resmi meluncurkan PLTS berkapasitas total 100 Gigawatt-peak (GWp). Pada tahap awal, pemerintah meresmikan groundbreaking dan pembangunan 14 proyek PLTS perdana berkapasitas 5,3 GWp yang tersebar di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Nilai investasi tahap awal ini mencapai USD 7,7 miliar atau setara Rp 135 triliun dan diproyeksikan mampu menghemat anggaran subsidi APBN sebesar Rp4,6 triliun per tahun.

Kementerian ESDM mencatat total investasi keseluruhan untuk target 100 GWp diperkirakan mencapai USD 73 miliar, setara Rp 1.140 triliun. Program berskala nasional ini ditargetkan menyerap hingga 5,52 juta tenaga kerja serta dapat menghemat  subsidi energi hingga Rp 73,9 triliun setiap tahun. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN dan Pemprov Bali Kembangkan 5 Klaster PLTS 1.000 MWp

PLN dan Pemprov Bali Kembangkan 5 Klaster PLTS 1.000 MWp

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:04 WIB

PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, Energi Impor Mau Dipangkas

PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, Energi Impor Mau Dipangkas

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:47 WIB

×