Indotnesia - Video seorang ibu asal Jakarta Selatan (Jaksel) yang nekat menenggelamkan bayinya di ember viral di media sosial. Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Komnas PA, Lia Latifah hal itu lantaran si ibu mengalami baby blues syndrome.
"Kami telah berkunjung ke rumah yang bersangkutan pada Jumat (13/10). Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, dia mengaku mengalami 'baby blues' dan ada sedikit depresi," katanya seperti dikutip dari Antara.
Lantas, apa itu baby blues?
Baby blues syndrome adalah masalah psikologi yang biasa dialami seorang ibu pasca melahirkan. Biasanya muncul2-3 hari setelah persalinan dari berlangsung selama 10-14 hari.
Saat seorang wanita telah melahirkan anaknya, akan mengalami fluktuasi hormon. Hal itu turut mempengaruhi pola pikir dan suasana hati menjadi tidak menentu.
Apalagi adanya perubahan kebiasaan dari sebelum memiliki anak dan ketika memilikinya. Kurang istirahat, begadang malam hari saat bayi rewel, tidak punya waktu untuk me time, dan sebagainya.
Gejala baby blues
Melansir Healthline, Baby blues bisa dialami oleh siapa saja dengan gejala yang berbeda-beda. Akan tetapi, bisanya akan mengalami hal-hal berikut.
1. Mudah menangis tanpa alasan yang jelas atau karena dipicu hal kecil.
Baca Juga: Kemarau Berkepanjangan Bisa Picu Penyakit, Berikut Tips Menghadapi Cuaca Panas
2. Moody dan mudah tersinggung.
3. Merasa cemas, gelisah, hingga khawatir.
4. Merasa tidak terikat dengan bayinya.
5. Merasa kehilangan kebebasan hidupnya seperti dulu.
6. Insomnia dan kelelahan.
Untuk itu penting untuk menyadari kondisi ini. Di samping itu, kamu juga perlu memperhatikan dirimu dengan melakukan hal-hal yang membuat suasana hati menjadi tenang dan senang. Selain itu, agar baby blues tidak berkepanjangan dan berisiko menyebabkan depresi postpartum yang lebih serius.