Komika populer asal Papua Barat, Mohammad Yusran Farid Alkatiri alias Mamat Alkatiri acap kali dengan berani meroasting pemerintah, agama, hingga pembahasan seputar Papua dalam materi stand up-nya. Hal itu membuatnya mendapat julukan sebagai Si Anti Pemerintah. Namun, hal tersebut dibantah tegas oleh komika 30 tahun itu.
Mamat Alkatiri menyebut bahwa dirinya seringkali memuji berbagai kebijakan pemerintah, akan tetapi tidak pernah disorot. Sebab, menurutnya, hanya materi-materi tepi jurang yang acap kali menjadi sorotan warganet.
“Saya sering sekali Bang, memuji kebijakan pemerintah tapi tidak pernah disorot. Saya dua kali memilih Pak Jokowi. Saya puji, misalhnya penanganan di part akhir, itu the best. Kita mengkritik denial-nya di awal,” ujar Mamat dalam podcast-nya bersama Denny Sumargo, Kamis (2/12/2022).
Selain itu, dirinya juga mengaku mendukung adanya IKN. Ia sepakat lantaran berpikir bahwa beban Jakarta itu terlalu besar. Dirinya pun mengkhawatirkan, Jakarta akan amblas dalam 20 tahun ke depan. Hal itu justru nantinya dapan merugikan perekonomian.
“Tapi kita kritik, jangan IKN sebagai bahan bagi-bagi proyek. Buat sesuatu proyek-proyek baru dan efektif atau tidak. Lihat lahan-lahan adat, lihat orang Kalimantan, apa mau mereka, jangan semuanya dari pusat. Jadi sisi setuju, tapi yang disorot yang ini nih,” lanjutnya.
Sementara dirinya mengelak disebut sebagai anti pemerintah dan mengaku ati oposisi, Mamat justru disebut sebagai buzzer oleh Denny Sumargo. Namun, Mamat menampik pernyataan tersebut.
“Buzzer apaan, bisa dicek aja, aliran dana dan lain-lain. Saya Cuma dapat duit dari stand up, dapet duit dari podcast-podcast gini, dan program-program saya. Cuman Twitter saya 100% Jokowi, 100% NKRI, supaya aman,” ujarnya.
Kontributor: Dinna Lailiyah
Baca Juga: Mahasiswa Asal Lebak Tewas Tertabrak Mobil Pikap di Taktakan