Baru-baru ini mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan menyentil soal sikap Ketua KPK Firli Bahuri soal upaya pemberantasan korupsi yang tak lagi menggigit.
Lewat kicauannya di akun Twitternya Novel Baswedan yang kini berstatus sebagai ASN Polri menyangsikan sikap Firli Bahuri yang berkoar bahwa korupsi di Indonesia segera menjadi sejarah.
Ia mencatat bahwa pernyataan Firli tak konsisten dengan penindakan kasus korupsi yang selama ini ditangani lembaga yang tengah dipegangnya. Dimana sejumlah kasus termasuk mega korupsi bansos yang hanya dijerat dengan pasal suap padahal sebelumnya akan diproses dengan ancaman hukuman mati.
"Apa Firli ini suka bohongi publik ya? Contoh sampaikan kasus bansos akan diproses ancaman hukuman mati ternyata hanya pasal suap. Mau buat penyidikan tanpa nama tersangka karena tuntutan perubahan UU. Ternyata pasal yang atur mengenai syarat tidak berubah," kicaunya.
Novel Baswedan bukan kali ini saja menyentil Ketua KPK Firli Bahuri. Salah satunya soal kasus kaburnya Harun Masiku yang hingga kini tak jelas juntrungannya.
Secara menohok, lulusan Akpol tahun 1998 ini menyebut harusnya Firli tak bisa tidur nyenyak lantaran buronan kasus korupsi Harun Masiku urung tertangkap.
"Intinya bahwa tidur nyenyak atau tidak itu bukan urusan Firli. Harusnya firli yang tidak boleh tidur nyenyak karena belum tangkap buronan HM sampai sekarang," katanya.
Di kesempatan lain, Novel mengaku pernah kena tegur lantaran kerap menyerang Firli Bahuri. Dari pengakuan Novel, Firli pernah memintanya untuk tidak menyerang. Permintaan itu disampaikan saat momen sela ekspose kasus korupsi mantan Menteri KKP Edhy Prabowo yang ketika itu terjaring OTT.
"Saya tak tahu dia sengaja apa tidak, cuma yang jelas saya buang air kecil terus ketika selesai saya lagi ke wastafel dia masuk ke toilet cuma ke wastafel doang ngobrol dengan saya," katanya Juli 2022 lalu.
Baca Juga: Profil dan Kekayaan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak Tersangka Suap KPK