Kirun adalah salah satu pelawak sekaligus seniman tradisional asal Indonesia. Berikut ini profil lengkap Kirun yang menyimpan berbagai perjalanan panjang khususnya mengenai karirnya sebagai pelawak di Indonesia.
Indonesia memiliki banyak pelawak, salah satunya Kirun. Pelawak yang satu ini banyak dikenal khususnya bagi warga Jawa Timur karena Kirun juga merupakan salah satu seniman ludruk. Sebuah pertunjukan tradisional Jawa Timur yang sudah ada sejak lama.
Kirun memiliki nama asli Syakirun dan lahir di Madiun 12 Agustus 1959. Kirun sejak kecil sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Di usia satu tahun, ibunya meninggal dunia dan dua tahun berikutnya sang ayah yang pergi meninggalkannya.
Kirun pun diasuh oleh neneknya yang menggantikan posisi orang tuanya. Sejak kecil, Kirun adalah anak yang suka dengan kesenian terutama ketoprak dan ludruk. Saking cintanya dengan kesenian tersebut, Kirun pada tahun 1977 memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah dasar dan memutuskan untuk bergabung ke kelompok ludruk keliling Garuda Sakti pimpinan Sunari.
Pada tahun 1979 tepatnya di usia 20 tahun, Kirun mencoba peruntungan sebagai pedagang kain. Ia berdagang di Sorong, Provinsi Papua. Di sela kesibukannya Kirun tetap menyempatkan diri berkesenian. Para perantau dari Jawa yang berada di Papua ia kumpulkan.
Kirun kemudian mendirikan paguyuban Krido Wiromo. Di organisasi seni itu, berbagai kegiatan seni tradisi ia hidupkan. Ketoprak, Ludruk, Jaranan, Reog, Wayang kulit dan Wayang orang. Usahanya membangun organisasi kesenian membuahkan hasil.
Tahun 1981 Pangdam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Pratiknyo meminta Kirun boyong ke Jayapura. Selama dua tahun ia diminta menahkodai grup ludruk dan wayang orang Wijaya Kusuma. Setahun kemudian Kirun kembali ke tanah Jawa dan mendirikan grup ludruk Gaya Muda di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Tak lama, Kirun pulang ke Kabupaten Madiun dengan membawa serta grup Gaya Muda. Namun usia grup tersebut tidak panjang, dan pada thaun 1984 Kirun mendirikan grup ludruk baru dengan nama Mayangsari.
Baca Juga: Ini 4 Fakta Laporan Kasus KDRT yang Dialami Venna Melinda
Kirun dan grup Mayangsari mengisi acara sandiwara radio di RRI Madiun selama dua tahun. Pada tahun 1986, ia memulai mendirikan sanggar seni Kirun Cs yang kelak berganti Depot Seni Kirun Cs.
Seiring berjalannya waktu, bersama Bagio dan Kholik, lawakan Kirun banyak menghiasi layar kaca. Di TVRI Surabaya mereka mengasuh acara Depot Jamu Kirun dan Ketoprak Kahuripan. Acara tersebut sukses besar, sehingga Kirun pun merambah ibukota Jakarta.
Di Jakarta, nama Kirun yang tenar dengan cepat masuk ke dalam lingkaran pelawak ibukota dan sejumlah artis terkenal seperti Adi Bing Slamet, Mastur, Ginanjar, Dicky Candra, Dede Yusuf, dan Rudi Salam.
Kini Kirun kembali ke Madiun tempat kelahirannya, dan sesekali tetap melawak di Depot Seni Kirun Cs apabila mendapat panggilan untuk pentas ludruk di Madiun atau kota-kota lainnya.