Politisi senior PDIP Panda Nababan baru-baru ini membongkar kisah epik di balik gelaran Pilpres 2014 silam. Ia menyebut Jokowi sukses beri siksaan pedih ke Prabowo Subianto.
Dalam obrolan bersama Uya Kuya di channel Uya Kuya TV, Panda Nababan mulanya ditanya perihal gaya politik Jokowi yang dianggap lebih kejam dibanding presiden terdahulu.
Uya kemudian melanjutkan soal Jokowi yang naik andong seusai terpilih sebagai presiden di tahun 2014. Ia menanyakan ke Panda Nababan apakah itu sebagai bentuk sindiran ke Prabowo Subianto?
Menanggapi itu, Panda Nababan bercerita bahwa Jokowi sebagai sosok politisi yang lihai dan punya cara tersendiri merespon tekanan kepadanya. Kisah soal Jokowi kirab menggunakan andong ketika jadi presiden di tahun 2014 salah satu contohnya.
Ia menyebut sebelum muncul ide kirab menggunakan andong, Jokowi sebetulnya mendapat laporan dari Luhut soal ejekan Prabowo kepadanya.
"Yang terjadi waktu itu, ini belum diumumkan pemenang Pilpres, dari Hotma Panjaitan mengajak makanlah Luhut dan waktu itu dia pro Jokowi, makan bareng sama Prabowo dan Hasyim adiknya. Baru mau duduk, mau ambil kursi, Prabowo ngomong bang ngapain abang bantu tukang andong itu, mana pantas tukang andong jadi presiden," cerita Panda menarasikan obrolan Prabowo dengan Luhut seperti dikutip Rabu (11/1/2023).
"Jangan sembarang kau ngomong, lebih jago dia dari kau," jawab Luhut ketika disentil Prabowo ketika itu.
"Aduh bang liatlah, ngga mungkin tukang andong bisa jadi ini....kata Prabowo. Nah saya ngga tau apa yang terjadi setelah itu, saya datang ketemu Jokowi masih waktu itu tinggal di Taman Suropati di Rumah Dinas Gubernur, sudah selesai pilpres tapi belum diumumkan.
Saya bilang mas Luhut ketemu dengan Prabowo, Jokowi jawab oh sudah mas, sudah siapkan andong, aku belum cerita dia udah tahu, andong yang mana, yang suka dipakai kirab budaya," kata Panda mengisahkan pertemuannya dengan Jokowi.
Baca Juga: Manga Horor Junji Ito Jadi Serial Anime, Tayang di Netflix Januari 2023
"Belum diumumkan hasil presiden, belum disiapkan siapa yang menang, dia sudah siapkan skenario naik andong," ucapnya.
Panda kemudian melanjutkan ceritanya. Skenario yang disiapkan Jokowi, akhirnya dilakukan juga. Ketika Jokowi ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2014, ia nekat naik andong dari Bundaran HI keliling Monas hingga akhirnya bertemu SBY.
"Jadi setelah dilantiklah dia di MPR sebelum bertemu SBY untuk pisah sambut presiden lama dan presiden baru, Jokowi ditunggu perkiraan satu jam untuk ketemu SBY, tapi apa yang terjadi Jokowi sampai di Bundaran HI, ia turun dari iring-iringan ganti naik andong berputar-putar keliling monas selama 3 jam, dengan harapan Prabowo lihat dia naik andong. Itu masterpiece melampiaskannya," bebernya.