Suara Joglo - Puluhan ribu warga Turki tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 yang melanda Turki dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Gempa dahsyat ini merupakan yang terbesar melanda negeri itu dalam satu dasawarsa ini.
Setelah bencana gempa, berseliweran berbagai informasi terkait gempa tersebut. Bahkan informasi hoaks pun beredar luas, salah satunya keterlibatan Amerika dalam bencana gempa itu. Namun jelas kabar itu menyesatkan alias tidak benar.
Belakangan muncul kabar baru lagi. Katanya akibat gempa tersebut pembangkit tenaga nuklir milik Turki meledak. Kabar ini beredar luas di media sosial dalam bentuk potongan-potongan video.
Hasil pemeriksaan:
Faktanya video tersebut merupakan peristiwa ledakan 2.750 ton amonium nitrat yang yang terbakar di Beirut, Lebanon pada 2020 silam.
Penjelasan:
Beredar video di media sosial yang menampilkan ledakan besar dengan narasi yang mengklaim bahwa ledakan tersebut berasal dari pembangkit nuklir yang meledak akibat gempa bumi di Turki. Video tersebut diunggah oleh akun twitter @EduMPunjab pada 6 Februari 2023.
Setelah dilakukan penelusuran, video dalam klaim tersebut identik dengan video unggahan channel youtube resmi KOMPASTV berjudul "Detik-detik Terjadinya Ledakan Besar di Beirut Lebanon" yang tayang pada 5 Agustus 2023.
Ledakan dalam video tersebut terjadi pada 2020 yang disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang pada tahun 2013 dibongkar di pelabuhan Beirut setelah kapal yang membawanya ke Mozambik terpaksa berlabuh karena masalah teknis.
Baca Juga: GGB Bangun Fasilitas MCK Bagi Kaum Buruh di Banten
Berdasarkan penjelasan di atas klaim bahwa pembangkit nuklir meledak akibat gempa bumi di Turki tidak terbukti dan termasuk ke dalam kategori koneksi yang salah.