joglo

Aneka Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia

Suara Joglo Suara.Com
Sabtu, 04 Maret 2023 | 13:42 WIB
Aneka Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia
Tradsi Menyambut Ramadhan ((Pexels))

Bulan Ramadhan sebentar lagi. Biasanya menjelang Ramadhan, di berbagai wilayah di Indonesia terdapat tradisi untuk menyambut Ramadhan. Beragam tradisi ini lekat dengan kebudayaan masing-masing daerah sehingga berbeda-beda satu sama lain. 

Indonesia kaya dengan berbagai tradisi. Termasuk tradisi untuk menyambut Ramadhan. Sebagai negara dengan berbagai suku dan budaya yang berbeda-beda, memunculkan tradisi yang khas dalam menyambut ibadah Ramadhan. Berikut ini 5 tradisi unik untuk menyambut Ramadhan di Indonesia. 


1. Tradisi Meugang di Aceh 


Aceh juga memiliki tradisi menyambut Ramadan. Namanya, Meugang, yakni merupakan tradisi menyembelih kambing atau sapi. Biasanya masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu membawanya ke mesjid untuk makan bersama keluarga, kerabat, tetangga, atau yatim piatu.


2. Balimau di Sumatera Barat 


Mandi balimau merupakan tradisi mandi menggunakan campuran jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau. Biasanya dilakukan di sungai atau tempat pemandian. 


Balimau biasanya dilakukan satu atau dua hari menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun, dan dipercaya telah berlangsung selama berabad-abad.


3. Tradisi Bakar Batu di Papua 


Masyarakat muslim di Papua memiliki tradisi Bakar Batu, untuk menyambut Ramadhan. Disebut Bakar Batu karena batu dibakar hingga panas lalu ditumpuklah bahan makanan seperti daging ayam, kambing, sapi, dan umbi-umbian. Setelah itu dimakan bersama-sama dengan teman atau keluarga tercinta. 

Baca Juga: Waspadai 6 Bahaya Silent Treatment! Diam Tak Selamanya Emas, Malah Bisa Jadi Toxic Relationship


4. Magong di Kalimantan Utara 


Di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masyarakat Suku Tidung menyambut bulan puasa dengan menyalakan lampu pelita yang terbuat dari bambu atau kaleng minuman bekas. 


Dalam Bahasa Tidung menyalakan pelita disebut magong. Menyalakan pelita dimaknai sebagai ungkapan keceriaan dan kebahagiaan menyambut bulan puasa.


5. Padusan 


Selain Nyadran, di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur juga ada tradisi padusan. Sedangkan di wilayah Sunda, Jawa Barat disebut Kuramasan.  


Ketika tradisi padusan atau kuramasan, orang akan berbondong-bondong ke sebuah tempat pemandian, sungai, atau pantai untuk mandi dan berendam. Mereka percaya air bisa mensucikan diri dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI