Suara Joglo - Erick Thohir memberi respon terkait pernyataan beberapa pemain naturalisasi yang menganggap dirinya memperoleh diskriminasi.
Hal tersebut bermula dari adanya opsi untuk setiap klub hanya boleh menggunakan satu pemain naturalisasi di musim depan kompetisi sepak bola Indonesia.
Kendati demikian Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengaku jika dirinya tidak akan diskriminatif terhadap para pemain naturalisasi selama mereka memiliki paspor Indonesia.
Menurut sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut, hal itu baru menjadi rekomendasi dari klub, belum menjadi keputusan PSSI.
"Soal pembatasan pemain naturalisasi per klub itu kan baru rekomendasi dari klub. Belum jadi keputusan. Selama punya paspor Indonesia, saya tidak akan diskriminatif terhadap pemain naturalisasi," ungkap Erick Thohir dilansir dari akun Instagram @bolalobfootball (10/03/2023).
Pernyataaan Erick Thohir tersebut pun lantas tak luput dari perhatian para penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Tidak jarang dari mereka yang memberikan komentar atas statemen yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PSSI itu.
"Halah klo GK d rujak netizen dulu juga jadi keputusan itu .... Sekarang emang udah jamannya lempar statement untuk cek ombak klo banyak yg kontra ngeles,,, klo adem ya lanjut," ungkap salah seorang netizen.
"Setelah di geruduk Netizen...endingnya munculah klarifikasi , kebiasan pejabat era jaman now,,, Nge gas duluan ,,,mikirnya belakangan.." sambung netizen lainnya.
"Mulai sedikit pusing nih ketua, semangat pak ketum, banyak tuntutan dr klub yg bisa jd membuat keuntungan banyak klub dan sedikit merugikan klub lain," ujar netizen yang lain.
"Kalo menurut gw si perketat aturan nya aja sebagai contoh itu wilayah nya pssi di peruntukan untuk timnas, bukan club yg bisa melakukan naturalisasi. Mungkin pssi bentuk sendiri itu tim di khususkan untuk naturalisasi syarat berdarah indonesia dan pemain kelas A, kaya jordi amat, sandy wals," saran netizen satunya.