Muncul kabar Peru bakal menggantikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang berlangsung 20 Mei-11 Juni 2023.
Sementara Indonesia bakal ditukar sebagai host Piala Dunia U-17 yang berlangsung 10 November hingga 2 December 2023.
FIFA sebelumnya membatalkan agenda drawing Piala Dunua U-20 di Bali, Jumat (31/3/2023) karena muncul penolakan status Timnas Israel.
Mantan pengurus PSSI, Yesayas Oktavianus. Menurutnya, saat ini hanya tinggal menunggu waktu saja untuk PSSI menyampaikan pengumuman resmi karena Indonesia telah menerima surat pembatalan turnamen dari FIFA.
"Pemerintah sudah mendapatkan surat pembatalan itu dari FIFA. Tetapi, mereka belum mau muncul untuk memberikan pernyataan kepada rakyat Indonesia," ujar Yesayas dikutip dari podcast Good Radio Jakarta dan dilansir Suara.com, Senin (27/3/2023).
Menurutnya, saat ini pemerintah Indonesia masih mengusahakan lobi terhadap sejumlah pihak untuk mengupayakan turnamen itu tetap dilaksanakan di Indonesia.
"Mungkin pemerintah sedang melakukan lobi-lobi tingkat tinggi di balik ini semua, sehingga mereka butuh sedikit waktu lagi untuk sampai kepada kesimpulan akhir. Apakah mereka menerima dan menyerah terhadap keputusan dari FIFA itu atau mereka tetap ngotot Indonesia menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Sebelumnya ramai diperbincangkan, status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 terancam setelah gaduh penolakan Timnas Israel oleh dua kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo dan Wayan Koster.
Gubernur Jateng dan Bali itu bukan satu-satunya pihak yang menolak Timnas Israel. Sudah ada beberapa pihak yang juga menyampaikan hal serupa.
Baca Juga: Kronologi KPK Tegur Ditjen Bea Cukai Gara-gara Panggil Pembocor Skandal IMEI
Kini, Indonesia tidak hanya terancam kehilangan status tuan rumah, melainkan juga terancam hukuman FIFA. Padahal sejatinya, Piala Dunia U-20 2023 digelar di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni mendatang.