Suara Joglo - Masih ingat cerita Malin Kundang, anak durhaka yang tidak mengakui ibunya sendiri? Cerita kedurhakaan anak itu selalu disematkan pada kisah anak yang mengabaikan ibu kandungnya.
Dan istilah anak durhaka tersebut pernah digambarkan pada sosok Juwita Bahar. Juwita Bahar dikesankan sebagai anak yang durhaka sebab hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak menggubris ibu dan keluarganya.
Annisa Bahar dan Juwita Bahar sempat dikabarkan terlibat cekcok dan konflik beberapa kali. Salah satunya bahkan sempat membuat Juwita Bahar kerap pergi ke bandung menemui pacarnya.
Seperti yang sempat terdengar pada 2018 lalu, Anisa Bahar kecewa dengan perangai Juwita Bahar yang terkesan durhaka. Menurut penuturan ibunya, Juwita Bahar ini lebih memilih kekasihnya yang kini telah menjadi suaminya dibandingkan orang tuanya.
"Setiap pergi show dari manapun, abis syuting atau apa, Juwi rela pergi ke Bandung demi Deddy," ujar Anisa Bahar dikutip dari Channel Youtube Cumi Cumi, Minggu 2 April 2023.
Hingga suatu ketika, niat baik Anisa Bahar untuk mengajak Juwita Bahar ke rumah sakit pun dituding akan melakukan hal yang buruk.
"Dia pernah sakit, aku kan WA ´yau dah Mama ke sana ya, kita ke dokter ya, Mama ke Bandung ya', dia ngomong sama asistennya apa?, ini liat emak gue baik-baikin gue, pasti ada maunya," ucap Anisa Bahar, dikutip dari hops.id jejaring media suara.com.
"Astagfirullah, aku mau apa, kan mau bawa dia ke dokter, dia anak saya loh, tapi kok dia kelakuannya seperti itu sama saya, itu yang membuat saya sakit hati," sambungnya lagi.
Lebih menohoknya lagi, ketika Anisa Bahar mengisahkan ayah dari Juwita Bahar tengah sakit. Bukannya rasa empati yang diperlihatkan oleh Juwita Bahar, melainkan sifat angkuh dan durhaka sang anak kepada sang ayah terlihat jelas saat itu.
"Sampe bapaknya sakit pun, 'yaudah sono lu berobat', jadi gak ada perhatian ke orang tua sama sekali," papar adik Anisa Bahar, Dewinta Bahar.
Lebih lanjut, Anisa Bahar menceritakan kalau Juwita Bahar dikeluarkan dari grup keluarga karena minimnya rasa empati sang anak terhadap kondisi neneknya sendiri.
Ketika semua orang sibuk saling bahu membahu untuk membuat sang Ibunda sembuh, Juwita Bahar malah diam dan sibuk dengan kehidupannya sendiri dan tidak peduli terhadap yang lain.