Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Strategi Harm Reduction: Solusi Jitu Tekan Risiko Kesehatan dan Jaga Produktivitas Pekerja

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 05 Mei 2026 | 08:23 WIB
Strategi Harm Reduction: Solusi Jitu Tekan Risiko Kesehatan dan Jaga Produktivitas Pekerja
Pedagang menunjukkan bungkus rokok bercukai di Jakarta, Kamis (10/12/2020). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]
baca 10 detik
  • Solusi alternatif berbasis ilmiah untuk kurangi risiko kesehatan akibat rokok.
  • Beralih ke produk tanpa bakar perbaiki sel mulut dan indera perasa dalam 3 bulan.
  • Produk tembakau alternatif kurangi paparan zat beracun hingga 90% dibanding rokok.

Suara.com - Di tengah tuntutan pekerjaan yang kian tinggi, menjaga kebugaran dan fokus menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat urban. Salah satu isu yang terus mengemuka adalah pengelolaan risiko kesehatan akibat tingginya konsumsi tembakau. Kini, pendekatan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau atau Tobacco Harm Reduction (THR) mulai dilirik sebagai solusi alternatif untuk menurunkan prevalensi merokok di Indonesia.

Kolonel Laut (K) Dr. drg. Yun Mukmin A., Sp.Ort., menilai bahwa selama ini upaya menekan angka perokok yang hanya mengandalkan imbauan rutin dirasa kurang efektif. Menurutnya, diperlukan strategi yang lebih aplikatif dan berbasis bukti ilmiah agar penurunan angka perokok bisa terjadi secara signifikan.

"Kalau hanya sekadar imbauan, biasanya kurang mengena. Perlu ada strategi yang lebih jitu supaya prevalensi perokok itu menurun drastis. Maka penelitian dari akademisi bisa menjadi rujukan penting untuk menyusun program tersebut," ujar Yun Mukmin, dikutip Senin (4/5/2026).

Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Amaliya, mengungkapkan hasil penelitian terbarunya yang menunjukkan bahwa prevalensi merokok sangat tinggi di lingkungan dengan tingkat stres yang besar. Bagi banyak pekerja, merokok dianggap sebagai pelarian untuk menjaga fokus dan kewaspadaan.

Namun, Prof. Amaliya menegaskan bahwa rokok yang dibakar memiliki risiko kesehatan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, kehadiran produk tembakau alternatif menjadi sangat krusial dalam mengisi celah bagi perokok dewasa yang sulit berhenti total.

“Strategi tobacco harm reduction ini merupakan anjuran atau complementary. Memberikan dukungan terhadap program berhenti merokok yang tetap menjadi gold standard,” jelas Prof. Amaliya.

Ia menambahkan, dengan beralih ke produk alternatif, paparan zat beracun dapat ditekan hingga 90% karena mengeliminasi proses pembakaran yang menghasilkan TAR. Secara klinis, penelitian yang dilakukan bersama University of Catania, Italia, menunjukkan dampak positif yang cepat.

“Mereka yang beralih ke produk tembakau alternatif memperlihatkan perilaku sel yang normal. Dalam tiga bulan, peredaran darah gusi lancar kembali dan indera perasa di lidah kembali normal,” paparnya.

Dr. Yun Mukmin juga menyoroti bahwa zat berbahaya muncul dari proses pembakaran, bukan pada nikotin itu sendiri. Dengan teknologi yang dipanaskan, bukan dibakar, kebutuhan nikotin tetap terpenuhi namun dengan risiko yang jauh lebih rendah.

baca juga

"Solusinya, daripada meneruskan produk rokok dibakar yang risiko penyakitnya tinggi, kenapa tidak switch ke produk tembakau bebas asap yang bahayanya lebih rendah?" pungkas Prof. Amaliya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?

Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 19:55 WIB

Commuter Line Lumpuh di Jam Pulang Kantor, Penumpang Terjebak di Antara JurangmanguPondok Ranji

Commuter Line Lumpuh di Jam Pulang Kantor, Penumpang Terjebak di Antara JurangmanguPondok Ranji

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:33 WIB

Tanpa Perlindungan, Transisi Energi Ancam Hak Pekerja: Mengapa?

Tanpa Perlindungan, Transisi Energi Ancam Hak Pekerja: Mengapa?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB