Suara Joglo - Kemarin sempat heboh di media sosial aksi tak terpuji sejumlah remaja di Malang Jawa Timur ( Jatim ) yang berdandan ala pocong di sebuh makam kawasan setempat.
Mereka sembunyi di kegelapan kemudian menakut-nakuti orang. Salah satu pengunggah video peristiwa itu adalah akun @malangraya_info. Dalam video tersebut nampak seorang pemuda melakukan aksi meresahkan dengan menyamar menjadi pocong dan menakuti pengendara.
Peristiwa ini terjadi di kawasan pemakaman Samaan, Kota Malang, Jawa Timur. Salah satu di antara para remaja itu mengenakan kain putih menyerupai pocong berdiri di sela-sela tembok makam.
Saat pengendara mobil hendak melintas di depannya, Ia langsung melompat keluar hingga membuat pengendara membunyikan klakson panjang. Terdengar dalam video suara beberapa orang tertawa karena melihat aksi tersebut.
Peristiwa ini segera menjadi perhatian kepolisian. Polisi mengamankan para remaja beserta orangtuanya di kantor polres. Seperti disampaikan Kasi Humas Polresta Malang Kota Iptu Eko Novianto.
Ia menjelaskan sebanyak 23 remaja telah diamankan terlibat dalam aksi tersebut. "Kami mengumpulkan anak-anak tersebut beserta orang tuanya untuk kami ajak koordinasi, edukasi dan imbauan agar memahami bahwa tindakan yang dilakukan itu adalah salah," katanya.
Eko menjelaskan dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh pelaku mendapatkan pemahaman, edukasi dan nasihat bahwa aksi prank dengan berpura-pura menjadi pocong untuk menakut-nakuti pengendara yang melintas adalah tindakan yang tidak baik.
Setelah menerima pemahaman tersebut, puluhan remaja pelaku prank pocong membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Keputusan ini disaksikan bersama oleh seluruh perangkat yang hadir.
"Semoga bisa memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat yang lain agar tetap menjaga dan mengawasi anak-anak kita supaya tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan dan melanggar hukum," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Klojen Polresta Malang Kota Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto menjelaskan aksi prank pocong yang dilakukan sekumpulan remaja tersebut berlokasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Jalan Gilimanuk, Kota Malang.
Aksi viral tersebut hampir mengakibatkan kecelakaan karena salah satu pengendara motor yang melintas kaget dan hampir terjatuh. Aksi itu menyasar warga pengguna kendaraan roda dua dan roda empat.
"Prank pocong yang beredar di sosial media tersebut dilakukan oleh sekumpulan remaja dan kejadian tersebut hampir memakan korban," kata Bain, sapaan akrabnya.
Usai mendapatkan laporan, Polsek Klojen melakukan penelusuran dan mendapatkan 23 nama anak dan remaja yang melakukan aksi itu. Kemudian, pihak kepolisian melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah elemen terkait dan memberikan pembinaan kepada para pelaku itu