Jagat media sosial (medsos) digegerkan dengan video buruh pabrik berhijab di Jepara menggelar pesta pesta miras.
Ironisnya, pesta miras itu dilakukan saat berbuka puasa hingga menjadi perbincangan masyarakat maupun warganet.
Video sejumlah perempuan buruh pabrik pakai jilbab menggelar pesta miras saat buka puasa itu viral usai diunggah akun Instagram @kabarnegri, Minggu (23/4/2023).
“Publik Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dibuat gempar dengan beredarnya video pesta minuman keras (Miras) di sebuah pabrik," tulis keterangan dalam unggahan terkait video itu dilansir dari Terkini.id.
Dari informasi yang beredar, para buruh yang mengenakan jilbab dalam video itu sedang pesta miras bersama seorang Tenaga Kerja Asing atau TKA asal Korea Selatan.
Dalam video berdurasi 25 detik tersebut, terlihat sejumlah perempuan berhijab yang diketahui merupakan karyawan di salah satu pabrik di Jepara begitu asyik menuangkan miras.
Mereka pun nampak gembira dan tertawa sambil men-tos masing-masing gelas mereka yang sudah berisi minumal beralkohol tersebut.
Selain itu, juga disebutkan sejumlah perempuan berhijab tersebut menggelar pesta miras itu di sebuah restoran di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
"Peserta pesta miras tersebut, para wanita yang mengenakan hijab bersama seorang Tenaga Kerja Asing (TKA)," tulisnya.
Baca Juga: Pantai Sasak Pasaman Barat Ramai Dikunjungi di Hari Kedua Lebaran
"Pesta miras bersama TKA asal Korea Selatan itu, diduga dilakukan saat buka puasa Ramadan di sebuah restoran yang ada di Kabupaten Jepara," jelas keterangan video tersebut.
Menanggapi peristiwa tersebut, Lisa Safitri selaku perwakilan perusahaan busana tempat para buruh itu bekerja menyampaikan permintaan maafnya di Polres Jepara perihal pesta miras yang dilakukan para karyawannya itu.
Menurut Lisa, pesta miras itu terjadi karena seorang TKA yang ada dalam video itu tak mengetahui terkait aturan larangan meminum miras di Kabupaten Jepara.
“Pesta miras itu terjadi, karena ketidaktahuan TKA terkait aturan dan norma yang ada di Jepara. Kami memohon maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar Lisa.
Selain dari pihak perusahaan, permintaan maaf juga disampaikan oleh salah seorang buruh pabrik yang merekam pesta miras tersebut, Tri Afirasa Wulandari.
“Saya meminta maaf atas video yang saya buat, saya buat status. Saya tidak tahu siapa yang memviralkan,” ujarnya.