joglo

Menlu AS Minta Beijing Waspada Soal Penjualan Teknologi China ke Rusia

Suara Joglo Suara.Com
Selasa, 20 Juni 2023 | 20:10 WIB
Menlu AS Minta Beijing Waspada Soal Penjualan Teknologi China ke Rusia
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken memberikan keterangan pada konferensi pers di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (9/7/2022) ([ANTARA])

 Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken meminta Beijing waspada terhadap kemungkinan adanya perusahaan-perusahaan China yang menyediakan peralatan teknologi kepada Rusia yang berpotensi digunakan untuk perang di Ukraina.

Dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Senin (19/6), Blinken mengatakan bahwa AS dan para sekutu telah mendapat jaminan dari Beijing bahwa mereka tidak pernah dan tidak akan memberikan bantuan senjata mematikan ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.

"Namun, yang terus kami khawatirkan adalah perusahaan-perusahaan swasta di China yang mungkin menyediakan teknologi yang dapat digunakan Rusia untuk meningkatkan agresinya di Ukraina," katanya, dikutip dari transkrip resmi yang dirilis Departemen Luar Negeri AS, Senin.

Untuk itu, Menlu AS juga telah meminta kepada Pemerintah China untuk sangat waspada akan hal itu.

Blinken bertemu dengan para pejabat dan Presiden China Xi Jinping selama kunjungan dua hari ke Beijing.

Blinken mengatakan bahwa China dan AS sepakat untuk menstabilkan hubungan agar tidak berujung menuju konflik.

Namun, pertemuan tersebut gagal menghasilkan terobosan besar apa pun yang dapat menurunkan ketegangan antara Washington dan Beijing.

 Blinken menyebut bahwa China menolak untuk membuka kembali jalur komunikasi militer-ke-militer antar kedua negara.

Pada setiap pertemuannya di Beijing, Blinken mengangkat isu-isu kontroversial, seperti Taiwan, Laut China Selatan, perang Rusia di Ukraina, dan peluncuran rudal Korea Utara.

Baca Juga: Cek Fakta: Amanda Manopo Pilih Pindah Agama dan Nikah dengan Billy Syahputra

Terkait Taiwan, Blinken menyatakan bahwa AS mendukung kebijakan "satu China" yang telah ada sejak lama.

"Kami tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Kami tetap menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo oleh kedua belah pihak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI