Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tidak segan-segan dan akan bertindak tegas jika menapati suporter yang bertindak rusuh.
Gibran meminta kepada jajaran suporter jika ada yang terlibat dalam kerushan antar kelompok pendukung Persis Solo dikenakan sanksi.
Menurut putra sulung Presiden Jokowi itu, sanksi yang tepat adalah melarang oknum suporter tersebut menyaksikan langsung laga Persis Solo di Stadion Manahan, Solo.
"Yang jelas ke depan tidak boleh terjadi lagi. Orang yang bersangkutan ya kalau bisa di-blacklist sekalian aja pelakunya ya yang provokasi-provokasi melakukan tindak kejahatan," kata Gibran dilansir dari akun Instagram @garudaskuad (04/07/2023).
Kerusuhan antar kelompok suporter hingga saat ini memang menjadi tugas rumah yang cukup berat bagi kalangan orang-orang yang terlibat di dalam sepak bola.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga sangat menghimbau agar aksi kerusuhan antar suporter tidak lagi terjadi di Indoneisa.
Dengan tegas Erick Thohir mengungkapkan, jika hal serupa kembali terjadi hingga mengakibatkan korban jiwa, FIFA tidak akan memberikan maaf dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya terhadap sepak bola Indonesia.
"Demo koar-koar minta pengurus PSSI ganti, eh setelah mulai di jalan yang benar malah suporter sendiri yang masih anarkis/belum berubah," ungkap salah seorang netizen.
"Saya Heran Bener2 masih penasaran Pasahal kalau diluar Kontek sepakbola Rakyat Indonesia itu org nya Ramah2, Sopan2, Saling Senyum kalau Berpapasan, Tapi Ketika Sudah Masuk Ke Ranah Sspakbola. Kenapa Beeubah pada Jadi Ganas Semua di pandang dikit Malah Melotot udah Kayak ketemu Sama Preman Aja tuh," ucap netizen yang lain.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Juli, Apa Aja?
"Bgtulah SDM rendah, kalo soal bermasyarakat kyanya ramah2aja apalagi org solo trkenal lembut lembut tp ko soal bola jd ribut, kalo BKN SDM rendah apalagi," sindir netizen satunya.