Tahun baru Islam juga dikenal dengan 1 Sura dalam kalender Jawa. Uniknya ada beberapa wilayan di Indonesia yang memperingati tanggalan ini dengan berbagai tradisi.
Salah satu tradisi yang ada di setiap 1 Muharram adalah memasak makanan khas. Mengonsumsi makanan khas Tahun Baru Islam tidak hanya sekadar memanjakan lidah, tetapi juga merayakan tradisi dan kebersamaan bersama keluarga dan teman-teman.
Berikut makanan khas Tahun Baru Islam yang dihidangkan di beberapa wilayah di Indonesia.
Bubur Suro
Dalam perhitungan Jawa, 1 Muharram juga merupakan kalender Suro. Masyarakat sekitar merayakan pergantian bulan ini dengan memasak bubur suro. Bubur Suro memiliki tekstur yang lembut dengan topping potongan telur, kacang dan perkedel.
Tumpeng
Nasi tumpeng adalah hidangan nasi kuning yang diatur dalam bentuk kerucut yang dihiasi dengan berbagai lauk-pauk di sekitarnya. Nasi tumpeng melambangkan keberkahan dan kemakmuran.
Biasanya, ini disajikan dengan ayam goreng, empal, telur dadar, ikan bakar, dan sambal. Nasi tumpeng adalah hidangan yang indah dan istimewa yang sering menjadi pusat perhatian saat perayaan Tahun Baru Islam.
Ketupat
Selain idul Firi, ketupat juga biasanya disajikan untuk memperingati Tahun Baru Islam. Hidangan yang terbuat dari beras yang dimasak dengan anyaman daun kelapa muda ini biasanya disantap dengan opor dan hidangan lainnya.
Rendang
Rendang adalah hidangan daging khas Minangkabau, Sumatera Barat. Daging sapi dimasak dalam santan kental dengan campuran rempah-rempah yang kaya dan diolah secara perlahan hingga empuk dan bumbu meresap.
Soto Betawi
Soto Betawi adalah hidangan sup khas Betawi yang terkenal dengan kuah santan kaya rempah-rempah. Hidangan ini biasanya terdiri dari daging sapi, kentang, tomat, dan daun bawang. Kamu bisa menambahkannya dengan kerupuk dan taburan bawang goreng.