Sejumlah Pemain Timnas Indonesia U-20 dan Timnas Indonesia U-22 memutuskan bergabung sebagai anggota polisi.
Total ada sembilan pemain yang menjadi anggota polisi yakno Kakang Rudianto (Persib Bandung, Muhammad Ferarri (Persija Jakarta), Frengky Missa (Persikabo 1973), Ginanjar Wahyu (Arema FC), Ananda Reihan (PSM Makassar).
Kemudian ada Dimas Julio Pamungkas (Bhayangkara FC), Muhammad Faiz Maulana (Bhayangkara FC), Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC), dan Rabbani Tasnim Siddiq (RANS Nusantara FC).
Saat ini, kesembilan pemain tersebut tengah menjalani pelatihan selama lima bulan ke depan untuk mencapai tujuan mereka menjadi anggota Kepolisian.
Keputusan itu sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan suporter dan netizen.
Tak sedikit warganet yang menilai para pemain tak memiliki keberanian untuk berkarir secara total di sepak bola.
Namun sejatinya, ada beragam keuntungan pemain sepak bola yang juga memutuskan menjadi anggota polisi. Berikut ini empat diantaranya versi Suara Joglo dilansir dari Renesia:
1. Tetap Bisa Berkarir di Sepak Bola
Tidak berhenti sebagai polisi saja, pemain tetap punya kesempatan untuk mengembangkan karir di sepak bola.
Banyak pesepak bola profesional yang tetap menjadi anggota polisi plus bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.
Sebut saja Putu Gede Juni Antara, Awan Setho Rahardji, Sani Rizky Fauzi, Muhammad Hargianto hingga Dendy Sulistyawan.
2. Memiliki Karir Cemerlang
Menjadi anggota polisi, pesepak bola juga memiliki kesempatan memiliki karir cemerlang. Asalkan pemain memberikan dedikasi yang tinggi sehingga naik jabatan merupakan peluang untuk mencapai karir terbaik.
3. Gaji Dan Tunjangan Hidup Bagus
Gaji seorang polisi berkisar 2-6 juta rupiah tergantung pangkat dan golongan. Tetapi anggota polisi tetap mendapatkan tunjangan hidup atau insentif dari pemerintah.