Erick Thohir, dianggap politisi yang paling cocok mendampingi Prabowo Subianto. Hal itu menyusul dengan survei pendukung Prabowo ketika diminta memilih cawapres paling potensial untuk Ketum Gerindra itu.
Pengamat Politik, Bawono Kumoro mengungkapkan dari hasil survei dukungan capres cawapres antara Prabowo dan Erick menunjukkan elektabilitas yang kuat untuk mengungguli pesaing-pesaingnya di Pilpres 2024.
"Hasil menunjukkan sebagaian besar dari pemilih Prabowo Subianto memilih Erick sebagai pendamping bagi capres mereka," ujar Bawono dikutip Kamis (27/7/2023).
Pria yang juga bergerak dalam lembaga survei Indikator Politik Indonesia ini menjabarkan dari hasil yang telah didapatkan. Di mana pada simulasi Prabowo-Erick yang dilakukan meraih angka elektabilitas sebesar 37,0 persen.
Nama lainnya seperti pasangan Ganjar-Nasaruddin meraih sebesar 32,8 persen. Ketika Anies-Sandiaga disandingkan, nilai elektabilitasnya mencapai 22,7 persen.
Prabowo Subianto kembali disandingkan dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Nilai elektabilitasnya menurun menjadi 33,2 persen.
Bahkan jika Prabowo-Airlangga berduet, mereka akan kalah dengan pasangan Ganjar-Erick yang meraih angka elektabilitas 37,7 persen. Bahkan saat Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar berduet, jumlahnya sangat kecil yakni 32,7 persen.
"Maka dari itu, hasil survei ini memperlihatkan bahwa kedua figur (Prabowo-Erick) dianggap oleh sebagaian publik pasangan calon yang saling melengkapi," kata dia.