joglo

Muhaimin Iskandar Digoda Gabung PDIP, Pengamat Sebut Strategi PKB Desak Prabowo Tentukan Cawapresnya

Suara Joglo Suara.Com
Senin, 31 Juli 2023 | 20:48 WIB
Muhaimin Iskandar Digoda Gabung PDIP, Pengamat Sebut Strategi PKB Desak Prabowo Tentukan Cawapresnya
Cak Imin dan Puan Maharani (Instagram/@cakiminow)

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyatakan bahwa PKB menyadari bahwa mereka sedang dihadapkan pada rayuan dari PDI Perjuangan yang berusaha untuk menggoda mereka dengan mencalonkan Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden bersama Ganjar.

Namun, menurut Jamiluddin, PKB tidak mudah terpengaruh oleh rayuan tersebut. Sebaliknya, PKB sejak awal mengetahui bahwa mereka sedang dihadapkan pada rayuan untuk bergabung dan mendukung Ganjar, dan sekarang mereka menggunakan rayuan tersebut sebagai alat tawar-menawar dengan Gerindra.

Jamiluddin menyatakan bahwa PKB menggunakan tawaran dari PDIP untuk mendesak Gerindra agar menetapkan Cak Imin sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto di dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

"Cak Imin belum menentukan sikapnya terhadap rayuan PDIP tersebut. Namun, sepertinya PKB memanfaatkan situasi ini dalam meningkatkan tawar-menawar politik untuk mempengaruhi Prabowo Subianto agar menetapkan Cak Imin sebagai calon wakil presidennya," kata Jamiluddin dikutip Senin (31/7/2023).

Meskipun PDIP mencoba untuk membuat PKB menarik diri dari KKIR dengan rayuan tersebut, Jamiluddin yakin upaya tersebut tidak akan berhasil. PKB tetap solid dalam berkoalisi dengan Gerindra.

"Kemungkinan besar, PKB menyadari bahwa PDIP hanya mencalonkan Cak Imin sebagai calon wakil presiden tanpa niat serius. Oleh karena itu, upaya PDIP untuk menggoda PKB agar keluar dari KKIR kemungkinan besar tidak akan berhasil. PKB nampaknya akan tetap berada dalam KKIR," kata Jamiluddin.

Sebelumnya, Jamiluddin telah melihat adanya motif lain dari PDIP dalam mencalonkan Cak Imin sebagai salah satu dari lima calon wakil presiden bersama Ganjar.

Indikasi motif lain tersebut muncul karena elektabilitas Cak Imin yang rendah, namun tetap dimasukkan ke dalam daftar calon wakil presiden bersama Ganjar.

"Jadi, dilihat dari elektabilitas, sebenarnya Cak Imin tidak layak menjadi calon wakil presiden. Oleh karena itu, masuknya Cak Imin sebagai calon wakil presiden oleh PDIP kemungkinan memiliki motif politik lain," kata Jamiluddin.

Baca Juga: Puan Maharani Tegaskan Serius Masukkan Cak Imin dalam Kandidat Cawapres Ganjar Pranowo

Jamiluddin menduga motif lain dari PDIP dalam mencalonkan Cak Imin sebagai calon wakil presiden adalah untuk mengganggu koalisi antara PKB dan Gerindra dalam KKIR.

"Dengan mencalonkan Cak Imin, ada kemungkinan mereka berharap Cak Imin akan keluar dari KKIR dan bergabung dengan PDIP," kata Jamiluddin. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI