Pengamat Sebut Cak Imin Tak Layak, Godaan PDIP soal Lima Besar Cawapres Ganjar Biar keluar Koalisi Prabowo

Senin, 31 Juli 2023 | 15:26 WIB
Pengamat Sebut Cak Imin Tak Layak, Godaan PDIP soal Lima Besar Cawapres Ganjar Biar keluar Koalisi Prabowo
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani saat bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, melihat ada motif lain dari PDI Perjuangan dalam menempatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di lima besar bursa cawapres Ganjar Pranowo.

Indikasi motif lain itu tampak lantaran elektabilitas Cak Imin yang rendah, tetapi kemudian tetap masuk bursa cawapres Ganjar.

"Jadi, dilihat dari elektabilitas, Cak Imin tak layak menjadi cawapres. Karena itu, PDIP memasukkan Cak Imin sebagai kandidat cawapres tampaknya punya motif politik lain," kata Jamiluddin kepada wartawan, Senin (31/7/2023).

Jamiluddin menduga motif lain PDIP memasukan Cak Imin di daftar cawapres adalah untuk mengganggu koalisi antara PKB dan Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

"Cak Imin diiming-iming posisi itu ada kemungkinan agar keluar dari KKIR dan bergabung ke PDIP," kata Jamiluddin.

Bukan hanya PKB, Jamiluddin melihat motif serupa dilakukan PDIP kepada Partai Demokrat. Mengingat nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk di dalam lima besar cawapres Ganjar.

Jamiluddin mengatakan tujuan PDIP bisa jadi untuk mengganggu Koalisi Perubahan untuk Persatuan, khususnya agar Demokrat menarik diri dari koalisi.

"Jadi, ada indikasi PDIP bermaksud mengganggu koalisi yang sudah ada. Gangguan itu berupa pemberian harapan palsu (PHP) kandidat cawapres kepada cak Imin dan AHY,"

Tetapi menurut Jamiluddin, godaan terhadap Demokrat tidak ampuh.

Baca Juga: Susul PBB, Anis Matta: Partai Gelora Siap Deklarasikan Dukungan ke Prabowo dalam Waktu Dekat

"Gangguan berupa godaan itu tampaknya tak berhasil dilakukan kepada AHY. Sebab, AHY tetap solid di KPP dan komitmen mengusung Anies Baswedan," kata Jamiluddin.

Sementara itu, kendati belum ada sikap jelas dari Cak Imin dalam menanggapi godaan PDIP, Jamiluddin berpandangan PKB justru memanfaatkan godaan PDIP itu untuk kepentingan lain.

"Cak Imin belum jelas sikapnya atas godaan PDIP itu. Namun godaan itu tampaknya dimanfaatkan PKB dalam meningkatkan bargaining politik untuk mendesak Prabowo Subianto menetapkan Cak Imin sebagai cawapresnya," kata Jamiluddin.

"Bisa jadi, PKB mengetahui PDIP memasukkan cak Imin sebagai cawapres hanya PHP belaka. Karena itu, PDIP tampaknya tidak akan berhasil menggoda PKB untuk keluar dari KKIR. PKB tampaknya akan tetap di KKIR," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI