Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak masuk dalam struktur tim inti pemenangan Ganjar usai koalisi pengusung mantan Gubernur Jateng itu mendeklarasikan Arsjad Rasjid sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional.
Diketahui PDIP dan sejumlah partai pengusung Ganjar Pranowo baru saja mendeklarasikan Ketua Kadin Arsjad Rasjid sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional. Selain itu mereka juga menetapkan mantan Panglima TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo.
Merespon deklarasi tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku urung mendapat arahan kembali usai penetapan ketua tim pemenangan tersebut.
Tetapi walau tak masuk tim inti pemenangan dan belum mendapat arahan lebih lanjut, Gibran menegaskan tetap bekerja untuk memenangkan capres Ganjar Pranowo.
"Belum (menerima arahan, red.). Tim inti atau tidak kami tetap kerja untuk tetap memenangkan capres, tenang saja," ujarnya.
Lebih dari itu, ia memuji penunjukan Arsjad Rasjid sebagai ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo. Menurutnya, Arsjad sosok yang mempunyai jejaring luas karena latar belakangnya sebagai pengusaha.
Gibran juga meyakini Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mampu menaikkan elektabilitas Ganjar yang akan maju sebagai capres pada Pemilu 2024.
"Ketua Umum Kadin kan networking-nya sangat luas," ucapnya.
Sementara itu, penunjukan Arsjad Rasjid dilakukan dalam pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Hanura Oeman Sapta Odang, Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, dan Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (4/9).
Baca Juga: Tuduh Gibran dan Kesang Korupsi, Benarkah Rizal Ramli dan Amin Rais Terancam Diproses Hukum?
Harry Tanoesoedibjo mengatakan Arsjad merupakan figur yang bisa diterima oleh semua pihak.
"Pintar, muda, jaringannya luas dan ketua umum Kadin juga. Itu yang saya rasa paling utama," imbuhnya.