Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Pede Produksi Surplus, Pemerintah Bakal Stop Impor Solar Tahun Ini

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 09 Februari 2026 | 07:22 WIB
Pede Produksi Surplus, Pemerintah Bakal Stop Impor Solar Tahun Ini
Ilustrasi solar (Antara)
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada tahun 2026 didorong surplus produksi domestik pasca perluasan kilang.
  • Penyebab historis impor solar adalah keterbatasan kapasitas kilang nasional dibandingkan kebutuhan energi negara.
  • Penghentian impor dimulai dari solar CN 48 pada 2026, disusul CN 51 pada semester kedua tahun yang sama.

Suara.com - Pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada 2026. Kebijakan ini diambil lantaran produksi solar tahun ini diproyeksikan surplus.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan, salah satu indikator utama ketahanan energi adalah kemampuan memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya dan fasilitas domestik. 

Dalam konteks solar, persoalan selama ini bukan semata ketersediaan minyak mentah, melainkan keterbatasan kapasitas kilang.

Ia menyinggung kondisi historis ketika kapasitas kilang nasional tertinggal dibanding negara lain yang justru minim sumber daya minyak. 

Situasi tersebut membuat Indonesia harus mengimpor tidak hanya minyak mentah, tetapi juga produk jadi, termasuk solar.

Menurut Laode, kebijakan di sektor migas saat ini diarahkan untuk memastikan produk BBM, khususnya solar, dapat dipenuhi dari kilang dalam negeri. 

Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperkuat peran negara dalam pengelolaan sektor energi strategis.

Laode menyebutkan pada 2025 produksi solar dalam negeri mencapai sekitar 19 juta kiloliter. Meski demikian, impor masih dilakukan lebih dari 4 juta kiloliter, meskipun program pencampuran biodiesel B40 telah berjalan.

“Tahun 2026 ini diresmikan RDMP, akan ada sebanyak 7 juta KL tambahannya. Berarti tertutupilah impor solar,” kata Laode dalam podcast Bukan Abu Leke yang ditayangkan melalui akun YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

baca juga

Tambahan kapasitas dari Refinery Development Master Plan (RDMP) itu diperkirakan tidak hanya menutup kebutuhan impor, tetapi juga menciptakan surplus produksi. 

Dari perhitungan yang disampaikan, potensi kelebihan pasokan diperkirakan berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta kiloliter.

Laode menjelaskan, kebijakan penghentian impor solar dilakukan secara bertahap berdasarkan spesifikasi produk. 

Tahap awal difokuskan pada solar CN 48 yang merupakan jenis paling banyak digunakan dan dicampur dengan FAME untuk biodiesel.

“Nah, kita mengejar yang CN 48 ini, agar bisa kita bebas impor solar,” ujarnya.

Dengan tambahan kapasitas kilang tersebut, pemerintah menargetkan impor solar CN 48 dapat dihentikan sepenuhnya mulai 2026. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik

Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:04 WIB

Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik

Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:36 WIB

Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:25 WIB

Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026

Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:39 WIB

Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel

Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 15:18 WIB

Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026

Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:08 WIB

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:51 WIB

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:49 WIB

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:33 WIB

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:22 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:01 WIB

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:54 WIB

B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

×