Striker Hokky Caraka sempat menjadi perbincangan warganet usai selebrasi yang dianggap kontroversi saat turut mencetak gol kemenangan Timnas Indonesia U-23 atas Taiwan.
Bomber PSS Sleman itu menunjukkan gestur tutup mulut sekaligus gestur tangan yang seolah-olah mendengarkan teriakan suporter.
Meski demikian, performa Hokky Caraka mendapat dari pelatih kepala PSS Sleman, Marian Mihail.
Mantan pemain Timnas Rumania itu tersebut menolak anggapan kembalinya Hokky di tangan Pelatih Shin Tae Yong berkat dirinya sering menurunkan Hokky di sebelas pertama.
"Sejatinya menurut saya bukan itu. Hokky memang layak untuk bermain di Timnas Indonesia U-23 karena dia adalah pemain muda yang sangat menjanjikan. Kita bisa melihat dia berhasil mencetak satu gol melawan Taiwan. Itu membuktikan bahwa dia adalah pemain yang penting. Tidak hanya untuk PSS Sleman, tapi juga untuk negara ini," kata Marian Mihail dilansir dari laman resmi klub, Senin (11/9/2023) sore.
Coach Mihail pun memberikan wejangannya kepada pemilik nomor punggung 20 di Tim Indonesia U-23 ini agar tetap bekerja keras dan membumi.
"Saya memberikan saran untuk Hokky agar tetap bekerja keras dan tetap membumi. Saya juga meminta Hokky terus berkontribusi kepada tim PSS Sleman untuk membantu meraih hasil yang baik di laga kompetisi musim ini," ujar dia.
Kontribusi Hokky Caraka dan bek tengah PSS asal Lebanon, Jihad Ayoub di timnas masing-masing juga mendapatkan perhatian dari pelatih berusia 67 tahun tersebut. Menurunya, itu akan menjadi masa depan yang bagus bagi PSS Sleman.
"Saya berharap semoga makin banyak pemain PSS yang menjadi pilar di Tim Nasional. Seperti contohnya Borneo FC Samarinda yang telah menyumbangkan tiga pemainnya ke Timnas Indonesia senior dan empat pemain di Tim Indonesia U-23," tegas Marian Mihail.