Apakah Gagasan 3 Capres dan Cawapres Dalam Menangani Stunting Sudah Tepat?

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Sabtu, 09 Desember 2023 | 22:28 WIB
Apakah Gagasan 3 Capres dan Cawapres Dalam Menangani Stunting Sudah Tepat?
Ilustrasi stunting (skalekar1992/Pixabay)

Suara.com - Belakangan ini pembahasan mengenai stunting semakin ramai menjadi perbincangan. Lantaran Gibran Rakabuming Raka salah menyebut asam folat untuk ibu hamil menjadi asam sulfat.

Seperti yang diketahui, stunting adalah masalah yang cukup banyak mendapat perhatian di Indonesia. Jokowi sudah melakukan beberapa program untuk mencegah dan mengatasi stunting.

Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk.

Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024.

Karena menjelang Pemilu 2024 tentu saja isu ini menjadi perhatian khalayak. Lantas bagaimana startegi para capres dan cawapres dalam mengatasi isu ini. Berikut ulasannya.

Anies-Muhaimin

Menurut Anies masalah stunting tidak bisa diselesaikan dalam sekejap. Lantaran stunting itu dimulai dari calon ibu.

"Gini-gini, menangani stunting itu tidak pada usia sekolah. Menangani stunting itu sebelum ibu hamil," kata Anies

Mengacu pada masalah ini, Anies menyatakan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah membuat program BAGIMU.

baca juga

"Kemudian dipastikan, kami membuat nama programnya di Jakarta itu ada program BAGIMU, bahagiakan anak, berikan gizi yang cukup dan stimulasi anak," tambah Anies.

Anies mengungkap tak hanya masala gizi saja tetapi juga kebahagiaan dan stimulasi.

Prabowo-Gibran

Prabowo Subianto pernah bilang bisa menekan angka stunting di Indonesia hingga di bawah 10% jika dirinya jadi Presiden.

Untuk mencapai mimpinya tersebut, Prabowo dan Gibran memiliki program makan siang dan bagi-bagi susu gratis ke sekolah-sekolah.

Menariknya, Prabowo mencanangkan program makan siang gratis dengan anggaran Rp400 triliun yang berasal dari realokasi dana bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan.

Ganjar-Mahfud

Tentunya berbeda dengan 2 paslon di atas, Ganjar-Mahfud akan menekan angka stunting di Indonesia dengan program satu desa satu fasilitas kesehatan (faskes), 1 tenaga kesehatan (nakes), salah satu strategi untuk menurunkan angka stunting.

"Akses kesehatan yang mesti dibikin ya 1 desa, 1 puskesmas, dan 1 nakes atau dokter. Itu mesti kita wujudkan," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, program tersebut bakal mampu mengatasi persoalan stunting mulai dari pencegahan, yakni dari masa penanganan ibu hamil. Sebab nantinya akan ada dokter atau nakes yang melakukan pemantauan agar anak Indonesia terbebas dari stunting.

Lantas apakah langkah yang diambil ketiga paslon sudah tepat? Berikut ulasannya.

Visi-Misi Paslon 3 Capres-Cawapres Perlu Dipertajam

Menurut CISDI sebuah organisasi yang fokus dengan kesehatan publik. Respon setiap paslon mengenai stunting harus dipertajam lagi.

CISDI juga menilai kalau masalah stunting harus dilihat sebagai satu isu yang berkelindan dengan faktor lain. Hal itu berarti penangannya harus dari segala arah bukan hanya dari masalah gizi saja.

Salah satunya program milik Prabowo-Gibran yang malah memicu diskursu cukup intens di dunia maya mengenai pencegahan stunting ini.

"Kalau makan siang gratis ini tentunya membantu sekali ya. Tapi kalau dilihat jangka panjang dan berkelanjutan mungkin hanya jadi program quick relief saja istilahnya," ungkap Chief of Research and Policy CISDI, Olivia Herlinda.

"Soal susu gratis, susu yang ada di Indonesia sekarang ini terutama dalam kemasan kebanyakan mengandung pemanis tambahan, gula. Jadi tentunya itu malah bisa menjadi pedang bermata dua juga begitu," imbuhnya.

Di sisi lain faktor penyebab stunting itu kan banyak, bukan hanya dari satu kali makan saja. Hal terpenting adalah isu stunting ini menyasar permasalahan mendasarnya dan memastikan secara berkelanjutan anak serta ibu hamil bisa mendapatkan akses ke nutrisi yang cukup.

Tak hanya itu, penguatan pada layanan kesehatan juga perlu. Mulai dari memastikan kualitas nakes dan layanannya. Selain itu, tak hanya mengenai pelayanan kesehatan saja. Ada beberapa isu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah mulai dari sanitasi, isu kemiskinan, hingga isu gender.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lengkap! Jadwal Debat Capres Cawapres 2024 dan Temanya, Mulai Digelar Minggu Depan

Lengkap! Jadwal Debat Capres Cawapres 2024 dan Temanya, Mulai Digelar Minggu Depan

Kotak Suara | Jum'at, 08 Desember 2023 | 14:54 WIB

Ramai Soal Isu Stunting, Bagaimana Strategi 3 Capres-Cawapres Untuk Menanganinya?

Ramai Soal Isu Stunting, Bagaimana Strategi 3 Capres-Cawapres Untuk Menanganinya?

Kotak Suara | Jum'at, 08 Desember 2023 | 11:01 WIB

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Seminar Pencegahan Stunting

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Seminar Pencegahan Stunting

Your Say | Kamis, 07 Desember 2023 | 12:55 WIB

Terkini

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×