Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti Menko Polhukam Mahfud MD yang mengaku telah menolak tawaran menjadi calon wakil presiden atau cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar meyakini bahwa Mahfud MD memang tidak mungkin mau jadi cawapres Anies Baswedan.
Denny Siregar juga mengatakan bahwa alasannya yakni terkait yang sudah dibangun oleh Jokowi tak mungkin direlakan Mahfud MD untuk diubah Anies.
"Haha... Ya gak mungkinlah pak @mohmahfudmd mau. Pertama, beliau ga ingin apa yang sudah dibangun Jokowi diubah Anies," ungkap Denny Siregar dikutip WE NewsWorthy dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Selasa (6/6).
Kemudian, Denny Siregar pun mengatakan ada alasan yang paling penting.
"Kedua, ini yang paling penting, pak Mahfud itu kemungkinan besar jadi cawapres... ehm," tandas Denny Siregar.
Sementara itu, Mahfud MD berkata tawaran itu datang dari Presiden PKS Akhmad Syaikhu. Ia langsung menolak tawaran itu di depan Syaikhu.
"Beliau menjajaki untuk mencari cawapresnya Anies. Antara lain bertanya, 'Pak Mahfud bersedia enggak?' 'Enggak,'," kata Mahfud MD di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/6).
Dilansir dari CNN, Mahfud MD mengatakan setiap partai politik di Koalisi Perubahan sudah mengajukan calon wakil presiden masing-masing. Sementara itu, Mahfud bukan bagian dari parpol di koalisi itu.
Ia khawatir koalisi itu akan bubar jika dirinya bersedia menjadi cawapres Anies. Mahfud berkata koalisi tersebut harus dijaga agar proses demokrasi berjalan.
"Nanti kalau saya ajak ke situ malah saya merusak demokrasi. Kalau yang satu keluar karena Anda ajak saya, kan rusak," ucapnya.
Ia menambahkan, "Meskipun saya tidak dukung, tetapi saya tetap jaga demokrasi."
Sebelumnya, Mahfud masuk dalam bursa cawapres Anies. Kehadiran nama Mahfud dalam bursa itu sempat memicu debat di antara parpol Koalisi Perubahan.
Hingga saat ini, Koalisi Perubahan belum menentukan cawapres pendamping Anies. Mereka berkata sudah ada satu sosok yang disepakati semua partai, namun tak kunjung mengumumkannya.