Dalam pidatonya, Anies mengacu pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2019 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam survei tersebut, setidaknya 38 persen penduduk gunakan air kemasan. Anies tak mempermasalahkannya seandainya hal itu adalah pilihan penduduk itu sendiri.
Namun, jika hal itu terjadi karena keterpaksaan, maka negara harus hadir menyediakan infrastruktur untuk menghasilkan air bersih.
“Kalau itu pilihan tidak apa-apa tapi kalau itu keterpaksaan maka negara harus hadir menyediakan infrastruktur mikro kecil yang dirasakan oleh seluruh rumah tangga Indonesia,” ujar Anies dalam pidatonya.