Pegiat media sosial Chusnul Chotimah mengomentari perihal ketidaktahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas proposal damai yang diajukan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke Ukraina.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa usulan tersebut merupakan usulan pribadi Prabowo, bukan usulan pemerintah Republik Indonesia.
"Itu (proposal) dari Pak Prabowo sendiri," ujar Jokowi usai pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Oleh karena itu, Presiden Jokowi akan memanggil Prabowo terkait proposal tersebut karena hingga hari ini presiden belum bertemu Ketua Umum Partai Gerindra itu. "Hari ini atau besok akan saya undang, untuk minta penjelasan apa yang pak Menhan sampaikan" ujar Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Chusnul menyebut Prabowo mengerikan lantaran bertindak melebihi seharusnya wewenang presiden.
“Ini ngeriii....dulu lebih TNI dari TNI, skrng lebih presiden dari presiden,” ujar Chusnul, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ch_chotimah2 pada Selasa (6/6/2023).
Selain itu, hal yang dipermasalahkan pendukung Presiden Jokowi ini yaitu pendukung presiden yang justru membabi buta membela Prabowo padahal terbukti Prabowo tidak menghormati presiden.
“Dan pendukungnya yg ngaku pendukung @jokowi malah sibuk membela membabi buta, pdhl jelas ini tdk menghormati presiden Jokowi. Dasar penjilat!!!” ujar Chusnul.
Untuk diketahui, proposal perdamaian yang ditawarkan Prabowo ketika berpidato di Shangri-La Dialogue di Singapura ditolak oleh Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, seperti dikutip AFP, Sabtu (3/6/2023).
Alasan Reznikov menolak mentah-mentah proposal tersebut karena usulan yang diajukan Prabowo terdengar seperti usulan Rusia, bukan Indonesia.
Dikutip dari kantor berita Antara, proposal Prabowo tersebut berisi tiga poin untuk menghentikan perang yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum.