Loyalis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Eko Jhones menyoroti Ketua Umum Partai Demokrat yakni AHY yang masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 mendatang.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa dirinya yang sebagai loyalis dengan nama pribadi tegas menolak jika AHY jadi cawapres bagi bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) itu.
"Sebagai loyalis mas AHY gw berterimakasih kalau ada nama mas AHY sebagai cawapres Ganjar. Tapi maaf pribadi gw menolak dengan tegas AHY jadi cawapres Ganjar," ujar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Rabu (7/6).
Eko Jhones pun mengungkapkan bahwa alasannya itu terkait AHY yang bakal jadi wakil dari sosok yang menurutnya gagal dan tidak peduli terhadap rakyatnya.
"Ngapain jadi wakil dari pemimpin yang gagal dan gak peduli dengan rakyatnya. Gw juga yakin mas AHY menolak kalau jadi cawapres Ganjar!," tandasnya.
Sementara itu, nama AHY yang masuk dalam bursa cawapres Ganjar seperti yang ditegaskan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani.
Menurut Puan, AHY masuk bursa cawapres Ganjar bersama sejumlah kandidat lainnya.
Kandidat lain selain AHY yaitu Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
"Kalau boleh saya sebut yang ada di media, Pak Mahfud sudah masuk namanya, Pak Erick Thohir, Pak Ridwan Kamil, Pak Sandiaga Uno, kemudian ada Pak AHY ya, kan?" kata Puan di sela-sela Rakernas PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (6/6).
Untuk diketahui, PDIP menggelar rapat kerja nasional III PDIP di Kantor Sekolah DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).
Pada rakernas kali ini, partai politik berlogo banteng moncong putih itu mengusung tema 'Fakir Miskin dan Anak Telantar Dipelihara oleh Negara'.
Diungkap pula oleh Puan bahwa dalam rakernas itu keputusan bakal calon wakil presiden untuk Ganjar belum akan diputuskan.
"Jadi nama tetap akan ditentukan nanti tapi belum hari ini. Jadi masih menimbang nama-nama yang ada," ujarnya.