“Nyuwun pangapunten, Bapak Presiden. Mara bahaya itu bentrok massa rakyat seperti di tahun 1998 yang berujung kejatuhan Soeharto,” ujar Rachland, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @rachlannashidik pada Rabu (7/6/2023).
Rachland menegaskan bahwa tragedi berdarah semacam itu sebaiknya memang dihindari. Adapun caranya dengan menghadirkan Pemilu yang bebas, jujur, dan adil.
Namun, Pemilu yang bebas dan jurdil tersebut baru bisa terlaksana jika presiden tidak ikut cawe-cawe seperti yang dimaksud Jokowi.
“Justru pergantian kekuasaan secara paksa dan berdarah itu yang mau kita hindari, yaitu dengan Pemilu yang bebas dan jurdil, tanpa cawe cawe sampeyan,” ujar Rachland.