Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon menyoroti penolakan Ukraina terhadap usulan damai yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Hal ini ditanggapi Fadli Zon dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Fadli Zon menyebut bahwa usulan dari Prabowo itu merupakan yang paling realistis dalam penyelesaian konflik atau perang Rusia-Ukraina.
Fadli Zon menilai bahwa tak hanya paling realistis, usulan tersebut juga bisa dilakukan dengan cepat untuk de-eskalasi situasi dunia saat ini.
"Usulan Pak Prabowo soal penyelesaian konflik/perang Rusia-Ukraina adalah usulan paling realistis dan bisa dilakukan dengan cepat untuk de-eskalasi situasi," ujar Fadli Zon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @fadlizon, Kamis (8/6).
Lebih lanjut, Fadli Zon pun mencolek peran Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).
Adapun menurut Fadli Zon, peran PBB tampak tak berdaya dan memang tidak bisa berbuat apa-apa sekarang ini.
"Sekaligus meningkatkan peran PBB yang terlihat tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa sekarang ini," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa penolakan dari Ukraina itu diucapkan oleh Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, seperti dikutip AFP, Sabtu (3/6/2023). Reznikov mengungkap hal tersebut usai proposal damai yang diajukan Prabowo ketika berpidato di Shangri-La Dialogue di Singapura.
Alasan Reznikov menolak mentah-mentah proposal tersebut karena usulan yang diajukan Prabowo terdengar seperti usulan Rusia, bukan Indonesia.
"Terdengar seperti usulan Rusia, bukan usulan Indonesia. Kami tidak butuh mediator seperti ini datang ke kami (dengan) rencana aneh ini," ujar Reznikov.
Dikutip dari kantor berita Antara, proposal Prabowo tersebut berisi tiga poin untuk menghentikan perang yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum.