Pengamat Politik Rocky Gerung mengomentari ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada warga Singapura untuk tinggal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menurut Rocky, dengan menawarkan IKN ke negara tetangga seperti Singapura, Presiden Jokowi dinilai tidak mampu lagi membedakan hal yang nyata dan bayangan.
“Kalau kita bilang kapasitasnya kurang memang berkali-kali. Jadi dia nggak bisa lagi bedakan mana yang imajiner, mana yang real,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Kamis (8/6/2023).
Rocky mengatakan bahwa seluruh rakyat Singapura pasti sedang menertawakan Presiden Jokowi karena menawarkan untuk tinggal di Kalimantan.
“Kan seluruh rakyat Singapur tuh ketawain tuh. Pak Jokowi kalau Anda jual Batam, kita beli. Ini jual Kalimantan. Mau ngapain di situ kan?” tuturnya.
Bahkan, mantan akademisi Universitas Indonesia (UI) ini tak segan menyebut bahwa Presiden Jokowi menjual kedunguan.
“Ini bukan sekedar jual murah, tapi jual dungu. Cara menjual boleh aja di pameran. Tapi cara menjualnya itu kan itu yang mau saya sebut dengan istilah baru itu menjual kedunguan sebetulnya
Untuk diketahui, ajakan tinggal di Singapura tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memamerkan keunggulan IKN di Ecosperity Week di Singapura. Dia mengatakan bahwa IKN akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali dan berbisnis.
"Nusantara will be a comfortable city to live in and to do business. I know housing prices here have risen very high (Nusantara akan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali dan berbisnis)," kata Jokowi dalam pidatonya di Ecosperity Week di Singapura, yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Rabu (7/6/2023).
Selain itu, Jokowi mengajak warga Singapura berinvestasi di Indonesia. Jokowi memastikan pemerintah Indonesia memberikan berbagai macam insentif untuk para investor, seperti tax holiday, non-collected value-added tax, super deduction tax, hingga import duty. Terutama untuk industri energi hijau dan industri hijau.