Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menyoroti reaksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait PSI yang mengusung putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi wali kota Depok.
Hal ini ditanggapi Guntur Romli dalam tayangan YouTube Cokro TV. Dalam tayangan itu, Guntur Romli menegaskan bahwa PSI yang memunculkan nama Kaesang Pangarep untuk jadi wali kota Depok.
Guntur Romli pun menegaskan bahwa reaksi PKS tampak 'kejang-kejang' lantaran wilayah Depok sudah 20 tahun di bawah kepemimpinan PKS.
"PSI (Partai Solidaritas Indonesia memunculkan nama Kaesang untuk calon wali kota Depok. Kaesang sang menang dan PKS tampak kejang-kejang," ungkap Guntur Romli dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Cokro TV, Sabtu (10/6).
Guntur Romli pun menyebutkan selama 20 tahun PKS 'menguasai' Depok, hal itu tak memberikan kemajuan apapun.
"Karena Depok sudah 20 tahun dikuasai oleh PKS dan tidak ada kemajuan di Depok," imbuhnya.
Sementara itu, dukungan PSI ke Kaesang Pangarep begitu serius tampak dari pemasangan baliho wajah Kaesang di sejumlah titik di wilayah Depok.
Baliho itu pun dipasang PSI Kota Depok dengan tulisan "PSI MENANG, WALIKOTA KAESANG".
Terkait hal itu, PKS pun meresponsnya. Respons itu dilontarkan langsung oleh jubir PKS, Muhammad Kholid.
Muhammad Kholid merespons soal kabar bakal majunya Kaesang di Pilwakot Depok. PKS menantang apa yang bisa ditawarkan Kaesang untuk Depok.
"Tidak ada kekhawatiran. Kami welcome saja. Silakan Mas Kaesang maju di Depok. PKS punya banyak kandidat terbaik yang bisa melanjutkan kepemimpinan di Depok," kata Kholid kepada wartawan, Selasa (30/5/2023) seperti dikutip dari detik.
Kholid menyebut ada sejumlah kandidat dari PKS yang mampu melanjutkan kepemimpinan di Depok. Sederet tokoh di antaranya, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Ketua Fraksi PKS DPRD Depok Hafidz Nasir, hingga Farida Rahmayanti.
Menurut Kholid, PKS menorehkan rekam jejak selama memimpin Depok puluhan tahun. Salah satunya, kata dia, terkait pengentasan kemiskinan di sana.
"Pemkot Depok di bawah kepemimpinan kader PKS alhamdulillah berhasil mencapai target pengentasan kemiskinan yang signifikan. Depok masuk 5 besar Kota terbaik di Indonesia dalam pengentasan kemiskinan," tutur Kholid.
"Jadi kami punya rekam jejak yang bisa ditawarkan," sambungnya.
Meski begitu, Kholid tetap mempersilakan Kaesang untuk maju pemilihan Wali Kota Depok. Ia menyinggung rekam jejak Kaesang selain sebagai putra Presiden Jokowi.
"Silakan rekam jejak Mas Kaesang ditawarkan apa yang bisa dijual untuk memimpin? Selain beliau adalah putra Presiden. Sehingga diskusinya kita adu rekam jejak dan gagasan, bukan hanya sekedar figur," imbuhnya.