Sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono membantah bahwa kebijakan ekspor pasir laut guna menggoda investasi dari Singapura. Dirinya juga menepis hal tersebut membuat mereka menjadi pihak yang paling diuntungkan.
Meskipun begitu, dirinya mengaku belum mengetahui jumlah potensi ekonomi dari pengerukan pasir laut ini untuk Indonesia sendiri.
"Kami belum tahu, ini kami lagi hitung (potensi ekonominya). Tapi yang pasti kan reklamasi banyak, sebesar itu lah potensinya," ujarnya, (12/6/2023).